Mereka harus menciptakan jaringan kerja sama yang luas.
Ketika saya mendengar pidato Macron dan Prabowo di Elysee, saya teringat pada tesis utama buku ini.
Dunia yang sedang lahir bukanlah dunia yang sepenuhnya dapat diprediksi. Karena itu bangsa yang berhasil bukanlah bangsa yang paling besar. Melainkan bangsa yang paling siap menghadapi perubahan.
Dan salah satu bentuk kesiapan itu adalah membangun kemitraan dengan negara-negara yang memiliki visi masa depan yang sama.
Malam itu, ketika saya meninggalkan Istana Elysee, Paris sudah larut.
Lampu-lampu kota memantul di jalan. Angin musim semi menuju summer berembus pelan. Di kejauhan, kota yang selama berabad-abad melahirkan revolusi, filsafat, seni, dan gagasan besar itu tampak tenang.
Namun pikiran saya justru dipenuhi pertanyaan tentang masa depan dunia. Saya teringat kembali pada Davos. Saya teringat kembali pada peringatan Mark Carney bahwa tata dunia lama sedang retak.
Saya teringat kembali pada kalimat yang menggema ke seluruh dunia: “If we’re not at the table, we’re on the menu.”
Di Davos, kalimat itu terdengar seperti peringatan. Di Élysée, saya merasa menemukan jawabannya.
Jawaban itu bukan perlombaan senjata. Bukan pula pembentukan blok-blok baru yang saling bermusuhan.
Jawaban itu adalah kerja sama. Kerja sama negara-negara yang cukup kuat untuk menjaga kedaulatannya, tetapi cukup bijak untuk bekerja bersama.
Kerja sama yang dibangun bukan hanya di atas kepentingan ekonomi, tetapi juga di atas ilmu pengetahuan, budaya, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap martabat bangsa lain.
Itulah yang saya dengar dari pidato Emmanuel Macron. Itulah yang saya dengar dari pidato Prabowo Subianto.
Dan itulah yang saya rasakan mengalir di antara alunan Mozart, Debussy, dan Bengawan Solo malam itu.
Namun saya juga sadar, pidato yang indah belum tentu menjadi sejarah. Antara retorika Élysée dan kenyataan geopolitik, masih ada jurang yang hanya bisa dijembatani oleh konsistensi, keberanian, dan waktu.
Artikel Terkait
3 Klub Sepak Bola Elite di Liga 1 Super League Musim Depan, Salah Satunya Didirikan Oleh Prabowo Subianto
2027: Tahun Penentu Prabowo Subianto Satu Atau Dua Periode
FWK Minta Presiden Prabowo Subianto Redam Kenaikan Harga Pangan Yang Telah Menjepit Masyarakat
Pidato Presiden Prabowo Subianto, deklarasi ekonomi baru, dan kisah negara kaya tetapi bocor
Gerakan Mahasiswa Hidayatulah Dukung Presiden Prabowo Subianto Menguatkan Peran Negara Dalam Ekonomi