Oleh Denny JA*
WartaPesona.com - Seorang bayi berusia sekitar lima bulan menangis pelan ketika tubuh mungilnya dimasukkan ke dalam bak plastik berisi air hangat.
Di hadapannya berdiri seorang pemuda berambut panjang, berusia dua puluh tahun, yang tampak kikuk memandikan bayi itu.
Seorang fotografer mengabadikan momen tersebut. Setelah itu, semua pulang tanpa merasa baru saja menyaksikan sejarah.
Baca Juga: Daurat Perceraian: Alarm Ekonomi, Sosial, dan Moral Bangsa
Sembilan belas tahun kemudian, dunia tercengang.
Bayi itu telah menjadi Lamine Yamal. Pemuda itu telah menjelma seperti Lionel Messi. Kini mereka berdiri saling berhadapan di final Piala Dunia 2026.
Ada foto yang indah karena komposisinya. Ada foto yang berharga karena nilai sejarahnya.
Namun sangat sedikit foto yang memperoleh makna terbesarnya bukan ketika tombol kamera ditekan, melainkan bertahun-tahun sesudahnya.
Baca Juga: Indonesia Ikut Dirikan Organisasi Kecerdasan Buatan Dunia WAICO
Foto Lionel Messi memandikan bayi Lamine Yamal termasuk dalam kategori yang terakhir.
Menjelang final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol, foto itu kembali memenuhi halaman media dunia. Bukan karena direkayasa oleh kecerdasan buatan.
Bukan pula karena manipulasi digital. Foto tersebut adalah dokumentasi asli yang diambil fotografer Joan Monfort pada Desember 2007 di ruang ganti stadion Camp Nou.
Waktu itu, Monfort mendapat tugas dari harian olahraga Sport di Barcelona untuk memotret kalender amal tahunan yang diselenggarakan bersama UNICEF dan Yayasan FC Barcelona.
Artikel Terkait
Pemain Sepak Bola Eropa Timur Makin Berebut Berkarier di Liga Indonesia
Argentina Tajam di Depan, Spanyol Kuat di Belakang
Pak Polisi! Penjambret Berkeliaran di Jalan HR Rasuna Said Jakarta yang Sudah Berwajah Baru
Iran Meminta Houthi di Yaman Agar Menutup Laut Merah Jika Amerika Menyerang Pembangkit Listrik
Eks Pemain Timnas Korea Selatan Kwon Chang-hoon Perkuat Persija Jakarta