Takdir di Balik Lionel Messi Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:17 WIB

Bangsa Yunani menyebutnya moira, garis yang ditenun para dewi. Bangsa Arab menyebutnya qadar, ketetapan yang tersembunyi.

Bangsa Jawa menyebutnya pepesthen, kepastian yang tak tampak.

Dari peradaban mana pun manusia berasal, ia selalu menciptakan kata untuk hal yang sama, yakni intuisi bahwa hidup lebih besar daripada kebetulan, meskipun sains belum pernah menemukan buktinya secara empiris.

Ilmu pengetahuan berhati-hati menggunakan kata “takdir”. Sains bekerja dengan sebab-akibat, probabilitas, dan pola yang dapat diuji.

Dalam bahasa statistik, jutaan peristiwa acak terjadi setiap hari. Dari jutaan kemungkinan itu, sesekali muncul rangkaian kebetulan yang terasa begitu mustahil sehingga manusia sulit menerimanya sebagai kebetulan biasa.

Namun filsafat menawarkan lapisan lain.

Persoalannya bukan hanya apakah takdir dapat dibuktikan, melainkan bagaimana manusia memberi makna kepada peristiwa yang dialaminya.

Viktor Frankl pernah menunjukkan bahwa manusia tidak hidup hanya dari fakta. Manusia hidup dari makna yang diberikan kepada fakta.

Foto Messi dan Yamal tidak mengubah masa lalu. Namun foto itu mengubah cara kita membaca masa lalu.

Di situlah letak keindahannya.

Barangkali hidup bukan tentang mengetahui seluruh rencana semesta. Hidup adalah tentang menjalani setiap peristiwa dengan sungguh-sungguh, sebab kita tidak pernah tahu peristiwa kecil mana yang kelak menjadi bab paling menentukan dalam kisah hidup kita.

Namun, benarkah semua ini merupakan tanda bahwa dunia bergerak mengikuti suatu rancangan yang tersembunyi?

Ataukah manusia, karena takut pada kekacauan, selalu tergoda menemukan pola pada peristiwa-peristiwa yang sebenarnya lahir dari kebetulan?

Di titik itulah sains hadir. Bukan untuk merampas keindahan dari sebuah kisah, melainkan untuk mengingatkan bahwa rasa takjub tidak selalu harus berakhir menjadi keyakinan.

Sains tidak membunuh misteri. Ia hanya membersihkan kaca tempat kita memandangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB
X