Untuk memahami batas yang samar antara takdir yang kita rasakan dan kebetulan yang dapat dihitung, dua buku menawarkan jalan masuk yang sangat menarik.
Dua buku untuk memahami mengapa kebetulan kadang terlihat seperti takdir.
Buku pertama berjudul The Black Swan, karya Nassim Nicholas Taleb, terbit pada 2007.
Taleb mengajukan satu gagasan yang mengubah cara kita memahami sejarah.
Menurutnya, kehidupan manusia sangat sering dibentuk oleh peristiwa yang langka, tidak terduga, tetapi membawa dampak luar biasa besar.
Ia menyebutnya Black Swan, Angsa Hitam.
Masalah terbesar manusia, menurut Taleb, bukan hanya karena kita tidak mampu memprediksi masa depan.
Masalahnya adalah bahwa dari jutaan peristiwa yang terjadi, kita tidak pernah mengetahui peristiwa mana yang kelak akan menjadi penting.
Setelah sebuah kejadian berlangsung, otak manusia segera menyusun cerita yang membuat semuanya tampak masuk akal. Padahal sebelum peristiwa itu terjadi, hampir tidak seorang pun mampu meramalkannya.
Foto Lionel Messi memandikan bayi Lamine Yamal merupakan ilustrasi yang nyaris sempurna atas gagasan Taleb.
Pada 2007, tidak ada analis sepak bola, pelatih, ataupun fotografer yang dapat memperkirakan bahwa bayi itu akan menjadi salah satu pemain terbaik di generasinya.
Tidak ada pula yang dapat membayangkan seberapa jauh Messi kelak menjelma menjadi salah satu ikon terbesar dalam sejarah Barcelona dan Argentina.
Lebih mustahil lagi membayangkan keduanya akan bertemu sebagai lawan dalam final piala dunia hampir dua dekade kemudian.
Taleb mengingatkan agar kita berhati-hati terhadap ilusi narasi. Setelah rangkaian kejadian selesai, kita mudah berkata, “Memang sudah seharusnya demikian.”
Padahal sejarah selalu dipenuhi jutaan kemungkinan lain yang tidak pernah terjadi.
Artikel Terkait
Pemain Sepak Bola Eropa Timur Makin Berebut Berkarier di Liga Indonesia
Argentina Tajam di Depan, Spanyol Kuat di Belakang
Pak Polisi! Penjambret Berkeliaran di Jalan HR Rasuna Said Jakarta yang Sudah Berwajah Baru
Iran Meminta Houthi di Yaman Agar Menutup Laut Merah Jika Amerika Menyerang Pembangkit Listrik
Eks Pemain Timnas Korea Selatan Kwon Chang-hoon Perkuat Persija Jakarta