Oleh Toto Izul Fatah*
WartaPesona.com - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) harus diakui lahir dari niat baik. Yaitu, menghidupkan ekonomi desa, memotong rantai tengkulak, memperkuat distribusi pangan, dan menjadikan koperasi sebagai alat pemerataan.
Namun, niat baik saja ternyata tidak cukup. Dalam kebijakan publik, program besar yang bergerak terlalu cepat tanpa kesiapan sistem justru bisa berubah menjadi bom waktu.
Dan, tanda-tanda itu mulai terlihat pada KDMP.
Baca Juga: Hantu Selembar Ijazah
Pertama, tentang pengadaan kendaraan operasional. Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara disebut menyiapkan kendaraan dalam jumlah sangat besar untuk mendukung KDMP.
Bahwa kebutuhan kendaraan operasional mencapai 160.000 unit untuk sekitar 80.000 koperasi, dengan alasan kendaraan 4x4 belum tersedia dari produksi lokal sehingga harus impor dari India, Cina, Jepang, dan negara lain.
Di sisi lain, Menteri Koperasi menyebut 3.135 koperasi yang sudah selesai dibangun telah menerima fasilitas kendaraan, berupa pick up dan truk.
Pertanyaan yang belakangan muncul di publik, apakah kendaraan itu benar-benar sudah produktif?
Baca Juga: Awal Terbentuknya Kelas Baru: Kelas Digital yang Rentan
Apakah sudah mengangkut hasil tani, distribusi barang, atau justru masih menjadi aset yang menunggu sistem berjalan?
Jika koperasinya belum hidup, barang dagangannya belum jelas, harga belum pasti, dan manajemennya belum matang, kendaraan sebesar apa pun hanya akan menjadi simbol pemborosan.
Kedua, ada gejala koperasi yang diresmikan tetapi belum benar-benar beroperasi. Di Jombang, misalnya, puluhan KDMP disebut tutup kembali setelah diresmikan.
Kepala Desa Mojongapit menyatakan pengurus dan karyawan siap, tetapi masih menunggu arahan pusat, termasuk soal harga dari PT Agrinas.
Artikel Terkait
Piala Dunia 2026: Prancis Menantang Maroko di Perempat Final
Papua Pegunungan Membangun Koperasi Untuk Menampung Hasil Bumi Masyarakat
Provinsi (Tatar) Sunda: Mengembalikan Jawa Barat ke Sejarahnya
Bali United Mendatangkan Pemain Asal Belanda Remco Balk
Piala Dunia 2026: Erling Haaland Bawa Norwegia ke Perempat Final Setelah Singkirkan Brasil