Oleh Denny JA
WartaPesona.com - Seorang pengemudi ojek online mematikan mesin motornya setelah hampir tiga jam menunggu tanpa satu pun pesanan.
Kemarin ia memperoleh lima belas order. Hari ini, tidak satu pun. Tidak ada penjelasan, tidak ada kesalahan yang ia ketahui, tidak ada manusia yang bisa ia temui untuk bertanya.
Yang berubah hanyalah sesuatu yang tak terlihat: algoritma. Malam itu ia pulang membawa kecemasan, bukan penghasilan.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Pensiun Dari Piala Dunia Setelah 2026 Ini
Dalam sejarah ilmu sosial, lahirnya kelas baru hampir selalu diawali oleh perubahan besar dalam cara manusia bekerja.
Revolusi Industri melahirkan proletariat, yaitu buruh yang menjual tenaga kepada pemilik modal. Globalisasi dan liberalisasi pasar melahirkan apa yang oleh Guy Standing disebut sebagai precariat, yaitu kelompok pekerja yang hidup tanpa kepastian kerja, tanpa jaminan sosial, dan tanpa masa depan yang stabil.
Kini dunia memasuki babak baru. Teknologi digital bukan hanya menciptakan jenis pekerjaan baru, tetapi juga melahirkan bentuk kerentanan baru.
Kerentanan itu tidak lagi semata-mata berasal dari pemilik modal, mandor, atau perusahaan yang terlihat. Ia lahir dari sistem digital yang bekerja tanpa wajah.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Erling Haaland Bawa Norwegia ke Perempat Final Setelah Singkirkan Brasil
Ia hadir melalui algoritma yang mengatur siapa memperoleh pelanggan, siapa kehilangan pendapatan, siapa tampil di halaman pertama, dan siapa tenggelam tanpa jejak.
Pertanyaan besarnya adalah ini: apakah perubahan tersebut cukup mendasar sehingga kita perlu berbicara tentang lahirnya kelas sosial baru?
Pertanyaan itulah yang menjadi titik awal penelitian ini. Bagi saya, pertanyaan itu bukan sekadar akademik. Puluhan tahun saya mempelajari perubahan masyarakat Indonesia melalui survei, riset politik, dan berbagai penelitian sosial.
Saya menyaksikan bagaimana kelas menengah tumbuh, bagaimana demokrasi berubah, dan bagaimana teknologi perlahan memasuki hampir seluruh ruang kehidupan.
Artikel Terkait
Lebih Dari Sekadar Sebuah Ruang: Curated living hadir di ASHTA District 8
Persib Bandung Ikat Kontrak Pemain Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen Sampai 2029
Piala Dunia 2026: Maroko ke Perempatfinal Setelah Menyingkirkan Kanada
Piala Dunia 2026: Prancis Menantang Maroko di Perempat Final
Papua Pegunungan Membangun Koperasi Untuk Menampung Hasil Bumi Masyarakat