Oleh Rosadi Jamani*
WartaPesona.com - Lagi-lagi urusan sepak bola dunia berujung pada satu nama yang membuat hukum logika pensiun dini, Lionel Messi.
Entah bagaimana menjelaskannya. Sepanjang pertandingan melawan Austria yang ada di peringkat 24 FIFA, Messi terlihat seperti orang yang sedang berjalan santai di taman kota sambil memikirkan menu makan malam.
Ia tidak terburu-buru, tidak panik, lebih banyak berjalan daripada berlari. Bahasa politiknya, suka planga-plongo. Namun ketika peluit hampir selesai bekerja, papan skor kembali menunjukkan kenyataan pahit bagi lawannya, dua gol Argentina, dua-duanya dicetak oleh Messi.
Baca Juga: Roy Suryo Berterima Kasih Kepada Presiden Prabowo Subianto Setelah Bebas dari Penahanan Kejaksaan
Sampai titik ini, koleksi gol sang Messiah sudah mencapai lima. Jumlah yang cukup untuk membuat para bek lawan mulai mempertimbangkan pindah profesi menjadi peternak lele.
Sebagai juara bertahan, Argentina memulai pertandingan dengan santai. Santai sekali. Santai tingkat dewa. Kalau ada alat pengukur ketenangan, mungkin jarumnya sudah patah. Namun para pendukung Argentina tidak pernah kehilangan keyakinan. Aura kemenangan sudah terasa sejak bus tim masih mencari tempat parkir.
Di sisi lain, fans Austria juga tidak gentar. Mereka tetap berteriak, bernyanyi, dan mendukung tim kesayangan mereka. Sebab dalam sepak bola, harapan itu gratis. Yang mahal biasanya terapi setelah menghadapi Messi.
Baru menit ke-9, Argentina mendapat tendangan penalti. Stadion langsung bersiap menyaksikan ritual rutin, Messi mencetak gol.
Baca Juga: Lionel Messi Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia
Ternyata tidak. Sang GOAT malah mengirim bola melenceng ke kanan gawang. Seisi stadion sempat bingung. Sebagian pendukung Austria mulai tersenyum. Sebagian netizen sudah menyiapkan status, "Messi washed."
Sayangnya mereka lupa satu hal penting. Messi itu seperti sinetron yang episode terakhirnya selalu bikin tokoh antagonis menangis.
Setelah sempat dicemooh, Messi tetap tenang. Wajahnya tidak berubah. Seolah-olah kegagalan penalti tadi hanyalah iklan sebelum acara utama dimulai.
Benar saja. Menit ke-38, umpan matang dari Medina datang seperti kiriman paket kilat. Messi menyambutnya dengan kaki kiri kesayangannya. Bola meluncur manis ke pojok gawang yang dijaga Alexander Schlager.
Artikel Terkait
Tentara Israel Membakar Bendera Amerika setelah Presiden Donald Trump Berdamai dengan Iran
Piala Dunia 2026: Spanyol Memimpin Klasemen Grup H Setelah Menang Melawan Arab Saudi
Wartawan Senior Tatang Suherman Dimintai Keterangan Tentang Video Uang Kadeudeuh Dedi Mulyadi untuk Persib Bandung
Bus TransJakarta Tabrak Pembatas Jalur di Sekitar Halte Cikoko Cawang Bikin Macet
Meluasnya Protes Mahasiswa dan Ujian Kesabaran Konstitusional