Main Seperti Planga-plongo, Messi Borong Dua Gol

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 23 Juni 2026 | 08:15 WIB

Oleh Rosadi Jamani*

WartaPesona.com - Lagi-lagi urusan sepak bola dunia berujung pada satu nama yang membuat hukum logika pensiun dini, Lionel Messi.

Entah bagaimana menjelaskannya. Sepanjang pertandingan melawan Austria yang ada di peringkat 24 FIFA, Messi terlihat seperti orang yang sedang berjalan santai di taman kota sambil memikirkan menu makan malam.

Ia tidak terburu-buru, tidak panik, lebih banyak berjalan daripada berlari. Bahasa politiknya, suka planga-plongo. Namun ketika peluit hampir selesai bekerja, papan skor kembali menunjukkan kenyataan pahit bagi lawannya, dua gol Argentina, dua-duanya dicetak oleh Messi.

Baca Juga: Roy Suryo Berterima Kasih Kepada Presiden Prabowo Subianto Setelah Bebas dari Penahanan Kejaksaan

Sampai titik ini, koleksi gol sang Messiah sudah mencapai lima. Jumlah yang cukup untuk membuat para bek lawan mulai mempertimbangkan pindah profesi menjadi peternak lele.

Sebagai juara bertahan, Argentina memulai pertandingan dengan santai. Santai sekali. Santai tingkat dewa. Kalau ada alat pengukur ketenangan, mungkin jarumnya sudah patah. Namun para pendukung Argentina tidak pernah kehilangan keyakinan. Aura kemenangan sudah terasa sejak bus tim masih mencari tempat parkir.

Di sisi lain, fans Austria juga tidak gentar. Mereka tetap berteriak, bernyanyi, dan mendukung tim kesayangan mereka. Sebab dalam sepak bola, harapan itu gratis. Yang mahal biasanya terapi setelah menghadapi Messi.

Baru menit ke-9, Argentina mendapat tendangan penalti. Stadion langsung bersiap menyaksikan ritual rutin, Messi mencetak gol.

Baca Juga: Lionel Messi Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia

Ternyata tidak. Sang GOAT malah mengirim bola melenceng ke kanan gawang. Seisi stadion sempat bingung. Sebagian pendukung Austria mulai tersenyum. Sebagian netizen sudah menyiapkan status, "Messi washed."

Sayangnya mereka lupa satu hal penting. Messi itu seperti sinetron yang episode terakhirnya selalu bikin tokoh antagonis menangis.

Setelah sempat dicemooh, Messi tetap tenang. Wajahnya tidak berubah. Seolah-olah kegagalan penalti tadi hanyalah iklan sebelum acara utama dimulai.

Benar saja. Menit ke-38, umpan matang dari Medina datang seperti kiriman paket kilat. Messi menyambutnya dengan kaki kiri kesayangannya. Bola meluncur manis ke pojok gawang yang dijaga Alexander Schlager.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Tak Cukup Ashabiyah Hambalang

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB
X