Oleh Teguh Anantawikrama
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Transformasi Teknologi dan Digital
WartaPesona.com - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran menteri dengan para pemimpin KADIN Indonesia di Istana Negara pada Jumat, 31 Juli 2026, bukan sekadar pertemuan seremonial antara pemerintah dan dunia usaha.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah pembangunan ekonomi nasional, pelaksanaan program-program prioritas pemerintah, serta memperkuat kolaborasi antara pembuat kebijakan dan para pelaku usaha.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa dialog dengan dunia usaha merupakan bagian penting dari pembangunan nasional.
KADIN Indonesia, yang hadir bersama jajaran pusat, daerah, serta berbagai asosiasi bisnis, kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan mendorong Indonesia secara bertahap menuju target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Di antara para pemimpin dunia usaha yang hadir terdapat Tatyana Sutara, Wakil Ketua Umum I Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia atau IWAPI.
Kehadirannya memiliki arti penting karena ia mewakili kelompok pelaku ekonomi yang selama ini kerap dibicarakan sebagai kelompok sosial, tetapi belum sepenuhnya ditempatkan sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar Indonesia, yaitu para pengusaha perempuan.
Baca Juga: Teguh Anantawikrama : Ketika Dunia Goyah, Keberanian Menyelamatkan Bangsa
Transformasi ekonomi Indonesia tidak akan pernah lengkap apabila usaha milik perempuan tidak ditempatkan di pusat strategi pertumbuhan nasional.
Di kota, desa, pasar tradisional, platform digital, hingga pusat produksi berbasis rumah tangga, perempuan menjalankan usaha di sektor makanan, fesyen, kerajinan, pertanian, pariwisata, kesehatan, pendidikan, perdagangan, jasa profesional, dan ekonomi kreatif.
Banyak di antara usaha tersebut masih dikategorikan sebagai usaha mikro dan kecil. Namun, apabila dilihat secara kolektif, mereka membentuk jaringan ekonomi yang sangat besar. Mereka menopang keluarga, menciptakan lapangan kerja lokal, menjaga ketahanan sosial, serta menggerakkan perputaran uang di berbagai daerah.
Dalam banyak rumah tangga, usaha milik perempuan bukan sekadar sumber pendapatan tambahan, melainkan fondasi utama bagi keberlangsungan hidup dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
Pandangan Tatyana setelah pertemuan dengan Presiden tersebut perlu dipahami dalam konteks yang lebih luas. Peluang yang ada di depan Indonesia bukan hanya membantu lebih banyak perempuan untuk memulai usaha.
Tantangan yang sesungguhnya adalah membantu para pengusaha perempuan tumbuh dari kegiatan informal menjadi usaha yang produktif, terhubung dengan teknologi, memiliki akses pasar, dan mampu meningkatkan skala bisnisnya.
Artikel Terkait
Ketum Gernas UMKM Bangkit Teguh Anantawikrama Mengingatkan Kabut Tebal Ekonomi Dunia Harus Mampu Dilewati UMKM
Dari Fragmentasi ke Kolaborasi: Teguh Anantawikrama Dukung Transformasi Indonesia Era Prabowo
Teguh Anantawikrama : Ketika Dunia Goyah, Keberanian Menyelamatkan Bangsa