Ratu Adil: Antara Ilusi, Frustasi, dan Harapan Tersembunyi

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Sabtu, 1 Agustus 2026 | 05:00 WIB
Toto Izul Fatah
Toto Izul Fatah

Oleh Toto Izul Fatah*

WartaPesosna.com - Jangan dulu curiga, apalagi menuduh judul di atas sebagai utopis yang mistik.

Saya hanya ingin membeber fakta, bangsa ini sudah cukup lama terpapar ingatan kolektif Nusantara, khususnya di kalangan Sunda dan Jawa, tentang sosok dirindukan sebagai dewa penyelamat.

Itulah yang sering kita dengar dengan istilah Ratu Adil.

Baca Juga: Hasil Survei Tingkat Kepuasan Kepada Kinerja Presiden Prabowo Subianto Menurun Bikin Ramai di Media Sosial

Sebutan untuk sosok yang belum terlihat itu, biasanya muncul dan hidup kembali di masyarakat pada waktu zaman terasa gelap dan kehidupan semakin berat.

Istilah Ratu Adil yang konon akan datang di masa kalabendu (kekacauan) sering bergema dalam imajinasi kebudayaan di berbagai daerah lain, khususnya dalam rasa batin orang Sunda dan Jawa.

Mereka selalu berharap sosok itu pada waktunya akan muncul.

Pertanyaannya, mengapa mitos atau gagasan tentang Ratu Adil tak pernah benar-benar mati?

Baca Juga: Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri

Mengapa di tengah modernitas, era digital, ilmu pengetahuan, dan demokrasi prosedural itu, manusia Nusantara masih saja menoleh pada bayangan seorang penyelamat?

Jawabannya mungkin pahit. Karena kenyataan terlalu sering mengecewakan. Karena kekacauan dirasa sulit untuk diredakan dan karena beban kehidupan yang tak lagi bisa diselesaikan.

Salah satunya, bisa karena para elite politiknya sibuk mengurus dirinya sendiri dengan saling cakar, bisa juga karena pemimpinnya semakin tumpul tak berdaya.

Dalam situasi seperti itu, muncul  sikap frustasi, lalu muncul pula halusinasi yang berbasis pada tradisi yang mereka yakini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Tak Cukup Ashabiyah Hambalang

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB
X