Oleh Toto Izul Fatah*
WartaPesona.com - Presiden Prabowo Subianto masih berpeluang besar untuk bangkit kembali di tengah ancaman merosotnya kepercayaan publik, seperti terekam dari hasil beberapa lembaga survei.
Syaratnya? Rakyat harus melihat Presiden benar-benar berdiri di garis depan dalam melawan tiga musuh utama bangsa sebagai "common enemy", oligarki, koruptor, dan perusak kedaulatan Negra Kestun Republik Indonesia (NKRI).
Caranya?
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Belgia Tantang Spanyol di Babak Perempat Final
Pertama, Prabowo harus lebih terlihat sangat serius melawan cengkeraman oligarki.
Selama ini, meski sudah dimulai, publik belum cukup melihat langkah konkret negara dalam membatasi kekuatan modal besar yang terlalu dominan mengatur kebijakan.
Padahal, rakyat merasakan ketika hukum, proyek, sumber daya alam, dan arah ekonomi lebih banyak dinikmati segelintir elite.
Oleh karena itu, Presiden perlu memperkuat komunikasi publik. Harus ada juru bicara yang andal atau tim khusus yang secara rutin menjelaskan peta oligarki, modus pengaruhnya, dan langkah pemerintah membatasi dominasi mereka.
Baca Juga: Peluru Kendali Rusia Hancurkan Sistem Pertahanan Udara S-300 Ukraina di Kiev
Tanpa penjelasan terbuka, rakyat sulit membedakan mana perang sungguhan melawan oligarki dan mana sekadar pidato politik.
Jika perlu, presiden justru lebih mengurangi pidatonya. Biarkan, para juru bicara andal itu yang tampil dominan di publik. Meskipun, juru bicara berkategori itu belum terlihat.
Kedua, Prabowo harus lebih keras melawan korupsi. Rakyat sudah terlalu lelah melihat hukum tajam kepada pelaku kecil, tetapi tumpul kepada pemain besar.
Pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti di “kelas teri”. Harus naik ke “kelas kakap”, termasuk jika ada indikasi keterlibatan elite ekonomi, elite politik, atau orang dekat kekuasaan.
Artikel Terkait
Bom Waktu Koperasi Desa Merah Putih: Program Baik yang Bisa Berakhir Buruk
Piala Dunia 2026: Inggris Menantang Norwegia di Perempat Final
Piala Dunia 2026: Spanyol ke Babak Perempat Final Setelah Menyingkirkan Portugal
Persebaya Surabaya Mendatangkan Pemain Asal Tanjung Verde Yuran Fernandes
Nasib Koperasi Desa Merah Putih Tanpa Juru Bicara