Dari Istana Negara Menuju Kekuatan Ekonomi Perempuan Indonesia: Tatyana Sutara dan Masa Depan IWAPI

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:34 WIB
Teguh Anantawikrama, Ketua Indonesian Tourism Investors Club dan Wakil Ketua Umum Bidang Teknologi Transfer dan Digital KADIN. (Foto: Dok. Pribadi)
Teguh Anantawikrama, Ketua Indonesian Tourism Investors Club dan Wakil Ketua Umum Bidang Teknologi Transfer dan Digital KADIN. (Foto: Dok. Pribadi)

Baca Juga: Rekaman CCTV Tunjukkan Detik-detik Kopilot Malaysia Airlines Diamankan di Bandara Soetta, Diduga Selundupkan 26 Kg Ekstasi

Untuk mencapainya, dibutuhkan perubahan pendekatan yang tegas. Para pengusaha perempuan harus mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap pembiayaan, pengadaan barang dan jasa pemerintah, infrastruktur digital, sertifikasi usaha, pendampingan, pasar ekspor, serta rantai pasok nasional.

Mereka tidak boleh selamanya hanya ditempatkan dalam kegiatan pameran, bazar, atau promosi berskala kecil. Mereka harus dipersiapkan menjadi pemasok, produsen, eksportir, pengguna teknologi, sekaligus pencipta kekayaan intelektual.

Program-program prioritas pemerintah membuka peluang besar bagi transformasi tersebut. Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan perumahan, ketahanan pangan, pelayanan kesehatan, pariwisata, koperasi, serta penguatan ekonomi daerah akan menciptakan kebutuhan barang dan jasa dalam skala luas.

Usaha kecil dan menengah milik perempuan tidak boleh berdiri di luar ekosistem ekonomi tersebut sebagai penonton. Mereka harus menjadi bagian aktif di sepanjang rantai pasoknya.

Program makanan bergizi untuk pelajar, misalnya, dapat membuka kesempatan bagi pengusaha perempuan yang bergerak di bidang produksi pangan, pertanian, logistik, pengelolaan dapur, kemasan, dan sanitasi. Program pembangunan perumahan dapat melibatkan usaha milik perempuan dalam bidang furnitur, tekstil, perlengkapan rumah tangga, desain, dan pelayanan komunitas. Pembangunan pariwisata juga dapat menghubungkan pengusaha perempuan yang memproduksi kuliner, kain tradisional, layanan kebugaran, serta produk ekonomi kreatif secara langsung dengan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Inisiatif KADIN Indonesia melalui program “We Buy From Indonesia” juga sangat relevan. Platform tersebut diarahkan untuk memetakan rantai pasok dalam negeri, memperkuat pembelian produk Indonesia, serta memperluas akses produk nasional ke pasar global. Usaha kecil dan menengah yang dipimpin perempuan harus dimasukkan secara sengaja ke dalam arsitektur tersebut, bukan dibiarkan mencari jalan sendiri untuk masuk ke dalam jaringan ekspor yang kompleks.

Baca Juga: 5 Fakta Terbaru Kebakaran KMP Mutiara Sentosa di Perairan Sumenep, 4 Penumpang Meninggal Dunia

Bagi Tatyana Sutara, pelajaran dari pertemuan di Istana Negara tersebut sangat jelas. Babak berikutnya bagi IWAPI harus berbicara mengenai peningkatan skala usaha, konektivitas, dan dampak ekonomi yang dapat diukur.

IWAPI sesungguhnya memiliki salah satu aset paling berharga dalam lanskap dunia usaha Indonesia, yaitu jaringan nasional pengusaha perempuan. Di bawah kepemimpinan yang ada saat ini, IWAPI telah membangun kesinambungan organisasi, pengalaman kelembagaan, serta representasi yang luas di berbagai daerah. Tantangan strategis selanjutnya adalah mengubah jaringan organisasi tersebut menjadi mesin ekonomi yang terintegrasi.

IWAPI membutuhkan basis data keanggotaan nasional yang dapat dipercaya, yang memetakan sektor usaha, kapasitas produksi, kebutuhan pembiayaan, sertifikasi, serta kesiapan pasar para anggotanya. IWAPI juga membutuhkan pasar digital yang terhubung dengan peluang pengadaan dan ekspor. Selain itu, diperlukan kemitraan dengan perbankan, perusahaan teknologi, penyedia logistik, institusi pendidikan, KADIN daerah, serta berbagai kementerian dan lembaga pemerintah.

Yang terpenting, IWAPI membutuhkan kepemimpinan yang mampu menghubungkan para anggotanya dengan arsitektur ekonomi Indonesia yang terus berubah.

Tatyana telah memiliki pengalaman organisasi yang mendalam sebagai Wakil Ketua Umum I IWAPI yang membidangi organisasi, keanggotaan, basis data, kesekretariatan, dan kelembagaan. Bidang tersebut bukanlah bidang yang bersifat pelengkap. Justru di situlah terletak tulang punggung IWAPI, yaitu sumber daya manusianya, strukturnya, datanya, hubungan antardaerah, serta kesinambungan organisasinya.

Baca Juga: Kasus Viral Usher GIIAS Direkam Tanpa Izin, Habiburokhman: Tidak Beretika dan Diduga Langgar Hukum

Keterlibatannya yang panjang di IWAPI membuat Tatyana memahami bukan hanya kekuatan organisasi, tetapi juga tantangan praktis yang dihadapi para anggotanya. Ia memahami bahwa kepemimpinan tidak semata-mata dibangun melalui visibilitas publik, melainkan juga melalui proses panjang mengelola hubungan, menyelesaikan persoalan internal, memperkuat struktur daerah, dan menjaga agar organisasi besar tetap bergerak menuju tujuan bersama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Tak Cukup Ashabiyah Hambalang

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB
X