Dari Fragmentasi ke Kolaborasi: Teguh Anantawikrama Dukung Transformasi Indonesia Era Prabowo

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Senin, 7 Juli 2025 | 08:04 WIB
Teguh Anantawikrama, Ketua Indonesian Tourism Investors Club dan Wakil Ketua Umum Bidang Teknologi Transfer dan Digital KADIN. (Foto: Dok. Pribadi)
Teguh Anantawikrama, Ketua Indonesian Tourism Investors Club dan Wakil Ketua Umum Bidang Teknologi Transfer dan Digital KADIN. (Foto: Dok. Pribadi)

WartaPesona.com - Jakarta — Dalam era yang penuh kompleksitas dan disrupsi global, Indonesia tengah bersiap melakukan lompatan besar melalui kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Teguh Anantawikrama, Ketua Indonesian Tourism Investors Club dan Wakil Ketua Umum Bidang Teknologi Transfer dan Digital KADIN, menilai langkah-langkah Presiden Prabowo bukan sekadar reformasi administratif, melainkan sebuah transformasi nasional menuju Indonesia pasca-silo.

Transformasi Digital: Game Changer Birokrasi

"Langkah Presiden Prabowo menunjuk MenPAN-RB sebagai kepala PMO Transformasi Digital adalah sinyal tegas bahwa kita tak bisa lagi bekerja secara terpisah-pisah," ujar Teguh.

Ia menyoroti bahwa selama ini birokrasi Indonesia kerap terjebak dalam sistem yang tumpang tindih, menghambat pelayanan publik dan iklim investasi.

Baca Juga: Lula di Hadapan Prabowo: BRICS Adalah Pewaris Semangat Bandung dan Gerakan Non-Blok

Menurutnya, integrasi digital antar-kementerian melalui pendekatan satu data, perizinan cerdas (smart licensing), serta pengambilan keputusan berbasis AI adalah fondasi utama untuk mempercepat pelayanan dan menarik investor.

“Transformasi ini bukan soal teknologi semata, tapi soal menyatukan visi dan tindakan antar lembaga,” tegasnya.

Reposisi Internasional: Dari Ketergantungan ke Kemandirian Strategis

Di mata Teguh, kebijakan luar negeri era Prabowo menunjukkan keberanian melepaskan diri dari diplomasi pasif masa lalu menuju realignement strategis yang adaptif.

Baca Juga: DPR Nilai Calon Dubes 'Oke Semua', Penilaian Diserahkan ke Dinamika Fraksi

“Kita lihat bagaimana Indonesia aktif dalam BRICS, memainkan peran kunci di ASEAN+, sekaligus menyeimbangkan hubungan dengan blok Barat, Timur, dan Selatan. Ini mencerminkan sikap geopolitik yang matang dan independen,” katanya.

Teguh menambahkan bahwa Indonesia punya posisi strategis secara geografis dan demografis untuk menjadi simpul antara aspirasi Global South dan standar Global North.

Dampak Nyata bagi Dunia Usaha dan Investasi Pariwisata

Silo atau sekat dalam konteks organisasi merujuk pada kondisi di mana tim, divisi, atau departemen bekerja secara terpisah-pisah, tidak saling berbagi informasi, dan tidak berkolaborasi dengan baik. Akibatnya terjadi miskomunikasi, banyak pekerjaan yang tumpang tindih atau bahkan terbengkalai sehingga inovasi dan produktivitas terhambat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X