WartaPesona.com - Solo Keroncong Festival akan digelar di Kota Surakarta, Jawa Tengah 18-19 Juli 2026.
Lewat tema Keroncong Majestic, Solo Keroncong Festival menghadirkan warna baru lewat kolaborasi lintas genre, penampil dari berbagai negara, dan atmosfer megah berlatar Keraton Surakarta, Sob.
Tentang musik keroncong
Baca Juga: Eks Pemain Timnas Korea Selatan Kwon Chang-hoon Perkuat Persija Jakarta
Keroncong adalah salah satu jenis musik tradisional khas Indonesia yang suaranya lembut, mendayu-dayu, dan identik sama gitar kecil.
Ciri khas musik keroncong: alat musik utama cuk = gitar kecil senar 3, fungsinya ngasih ritme "cuk cuk"; cak = gitar kecil senar 4, fungsinya ngisi melodi, gitar, bass, flute, biola, ukulele; kadang ada cellist juga
Suara: Temponya sedang, liriknya puitis, biasanya tentang cinta, rindu, kehidupan sehari-hari
Penyanyi: Bisa solo atau grup. Gaya nyanyinya khas, agak melengking tapi lembut
Baca Juga: Iran Meminta Houthi di Yaman Agar Menutup Laut Merah Jika Amerika Menyerang Pembangkit Listrik
Asal-usul: Keroncong muncul di abad ke-16 di daerah Portugis, tepatnya di Tugu, Jakarta Utara. Makanya banyak pengaruh musik Portugis di dalamnya. Awalnya disebut "moresco" terus berkembang jadi musik keroncong yang kita kenal sekarang.
Lagu Keroncong yang terkenal: "Bengawan Solo", "Jali-Jali", "Rangkaian Melati", "Di Bawah Sinar Bulan"
Singkatnya, keroncong itu musik Indonesia yang romantis dan tenang. Dulu populer banget tahun 1950-60an, sekarang masih dilestarikan di acara-acara budaya dan sama komunitas pecinta keroncong.***
Sumber karismaeventnusantara
Artikel Terkait
Penegak Hukum Rusia Memberangus Komunitas dan Propaganda LGBTQ
Pemain Timnas Indonesia Tim Geypens Berlabuh ke Bali United
Pemain Sepak Bola Eropa Timur Makin Berebut Berkarier di Liga Indonesia
Argentina Tajam di Depan, Spanyol Kuat di Belakang
Pak Polisi! Penjambret Berkeliaran di Jalan HR Rasuna Said Jakarta yang Sudah Berwajah Baru