WartaPesona.com - Rubysh Jewelry terus mencuri perhatian industri fashion Indonesia dan global melalui konsep unik yang tidak dimiliki brand lain: mengubah limbah menjadi perhiasan mewah bernilai tinggi.
Dengan slogan “Wear What We Waste”, Rubysh menjadi pelopor eco-fashion yang menggabungkan kreativitas, keberlanjutan, dan dampak sosial dalam satu gerakan nyata, seperti yang ditampilkan pada acara ASIK Fashion Connect yang merupakan puncak kegiatan Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain pada Selasa, 9 Desember 2025 di Gedung Perpustakaan Nasional RI.
Berawal dari keresahan terhadap limbah plastik dan sampah kota, Rubysh kini menjadi brand slow fashion yang konsisten menghadirkan karya yang indah sekaligus menyelamatkan lingkungan.
Bahan baku perhiasan mereka berasal dari botol PET bekas, kaca pecah, HDPE, LDPE, PP, hingga potongan kayu yang tak lagi terpakai.
Semua material ini kemudian diolah dengan teliti, dipadukan dengan logam berlapis emas, stainless steel, atau sterling silver, hingga menjadi aksesori yang elegan dan layak memasuki pasar internasional.
Lebih dari sekadar brand fashion, Rubysh adalah gerakan sosial. Perusahaan ini memberdayakan kelompok perempuan dari keluarga berpenghasilan rendah untuk terlibat dalam proses produksi.
Mereka mendapatkan pelatihan, pendampingan, hingga kesempatan memperoleh pendapatan yang lebih layak. Rubysh percaya bahwa akses ekonomi dan kesempatan kerja yang setara menjadi pintu penting untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dan keluarganya.
Keunikan Rubysh tercermin dalam koleksi-koleksi tematiknya, seperti Ocean Fleur, Goddess Tears, Mirk Earth, Amalgam, Sleeping Forest, Amazonia, Constellation, hingga koleksi Look dan Look Wood.
Setiap koleksi memiliki narasi tersendiri, terinspirasi dari alam, mitologi, hingga fenomena bumi. Lebih dari sekadar aksesori, setiap perhiasan Rubysh membawa pesan konservasi dan kesadaran lingkungan.
Baca Juga: Rengganis: Menjaga Warisan Nusantara Lewat Busana Slow Fashion Berkelas Global
Prestasi Rubysh juga tidak main-main. Brand ini menjadi finalis Indonesia Fashion and Craft Awards 2020 dan 2022, dinobatkan sebagai UN Women Indonesia 2nd Runner Up Youth Leadership, serta dipilih sebagai SME Champion for Community Engagement and Partnerships oleh UN Women.
Pengakuan tersebut memperkuat posisi Rubysh sebagai brand lokal yang memiliki standar global dan dampak sosial nyata.
Artikel Terkait
Indonesia Serius Jadikan Sports Tourism Mesin Ekonomi Baru: Menpar Ungkap Strategi Besar 2025!
Rengganis: Menjaga Warisan Nusantara Lewat Busana Slow Fashion Berkelas Global
Anantari, Brand Modest Lifestyle Monokrom yang Mendunia Berkat Craftsmanship dan Keanggunan Tanpa Batas