WartaPesona.com - Satu kapal perang Amerika Serikat tenggelam di Selat Hormuz setelah terkena peluru kendali (Rudal) yang diluncurkan oleh militer Iran Rabu 15 Juli 2026 malam WIB.
Peristiwa ini berlangsung sehari setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika telah sepenuhnya menghancurkan kekuatan angkatan laut Iran.
Kapal perang Amerika itu ditembak oleh militer Iran menggunakan Rudal karena mencoba melintasi Selat Hormuz.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Argentina ke Final Melawan Spanyol
Menurut laporan awal, kapal tersebut dihantam rudal dan drone kamikaze yang diluncurkan dari pesisir Iran.
Ledakan besar memicu kebakaran di atas kapal sebelum akhirnya tenggelam.
Korps Garda Revolusi Republik Islam Iran menegaskan bahwa serangan ini sebagai balasan operasi militer Amerika yang menghancurkan fasilitas komando dan kapal kecil Iran.
Serangan ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan di Selat Hormuz, yang menjadi rute pengiriman 20 persen minyak dunia.***
Sumber
1. Reuters – laporan internasional mengenai insiden di Selat Hormuz
2. Associated Press (AP News) – detail serangan IRGC terhadap kapal AS
3. BBC News – analisis dampak global terhadap perdagangan minyak
4. Al Jazeera – liputan regional mengenai eskalasi konflik AS–Iran
5. The Guardian – perspektif politik dan keamanan internasional
Artikel Terkait
Sopir Truk Keluhkan Pungutan Parkir Ketika Mengisi BBM solar di SPBU Dharmasraya Sumatra Barat
Utang Luar Negeri Indonesia Hampir Menembus Rp8.000 Triliun
Badan Pangan Nasional Bakal Salurkan 30 Kilogram Beras Kepada 33 Juta Keluarga
Presiden Donald Trump Batalkan Tarif 20 Persen Untuk Kargo yang Melewati Selat Hormuz
Piala Dunia 2026: Argentina ke Final Melawan Spanyol