Prancis adalah salah satu pusat peradaban Eropa modern.
Selama berabad-abad, banyak orang menganggap dunia Islam dan dunia Barat sebagai dua kubu yang sulit dipertemukan.
Namun malam di Istana Élysée menunjukkan gambaran yang berbeda. Borobudur dibicarakan.
Gamelan dihormati. Bengawan Solo dimainkan. Palestina didiskusikan.
Budaya menjadi bahasa bersama.
Inilah alasan ketiga mengapa hubungan Indonesia dan Prancis penting. Hubungan ini menunjukkan bahwa peradaban yang berbeda tidak harus saling mencurigai.
Mereka dapat saling belajar. Saling memperkaya. Saling menginspirasi.
Dan mungkin di abad ke-21, kemampuan membangun jembatan antarperadaban akan menjadi sama pentingnya dengan kemampuan membangun jembatan ekonomi.
Sejarah juga mengajarkan bahwa kejayaan bangsa tidak lahir dari isolasi, melainkan dari keberanian memeluk kompleksitas global tanpa kehilangan jati diri. Ujian sesungguhnya adalah memastikan visi ini tidak layu saat pemimpin berganti nantinya.
Dua buku ini dapat memperkaya wawasan kita memahami isu di atas. Buku pertama berjudul The World: A Family History of Humanity. Penulisnya Simon Sebag Montefiore, 2022
Untuk memahami mengapa tata dunia lama sedang retak, saya tidak menemukan buku yang lebih memukau daripada karya Simon Sebag Montefiore ini.
Buku setebal lebih dari seribu halaman tersebut mengisahkan sejarah dunia bukan melalui negara atau perang semata, melainkan melalui keluarga-keluarga yang membangun peradaban.
Pesan paling relevan dari buku ini adalah bahwa tidak ada tatanan dunia yang abadi.Mesir pernah menjadi pusat dunia.Persia pernah menjadi pusat dunia.
Roma pernah menjadi pusat dunia.
Dinasti Cina pernah menjadi pusat dunia. Imperium Inggris pernah menguasai seperempat bumi.
Artikel Terkait
3 Klub Sepak Bola Elite di Liga 1 Super League Musim Depan, Salah Satunya Didirikan Oleh Prabowo Subianto
2027: Tahun Penentu Prabowo Subianto Satu Atau Dua Periode
FWK Minta Presiden Prabowo Subianto Redam Kenaikan Harga Pangan Yang Telah Menjepit Masyarakat
Pidato Presiden Prabowo Subianto, deklarasi ekonomi baru, dan kisah negara kaya tetapi bocor
Gerakan Mahasiswa Hidayatulah Dukung Presiden Prabowo Subianto Menguatkan Peran Negara Dalam Ekonomi