Catatan dari Paris, 28 Mei 2026 (1)
Oleh Denny JA
WartaPesona.com - Matahari sudah tenggelam di balik Pegunungan Alpen ketika para pemimpin dunia berkumpul di Davos, Januari 2026.
Di luar gedung, salju turun perlahan seperti lembaran putih yang menutupi jejak-jejak lama sejarah. Namun di dalam ruangan, yang membeku bukan udara. Yang membeku adalah keyakinan bahwa tata dunia lama masih akan bertahan.
Malam itu, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyampaikan pidato yang segera menggema ke seluruh dunia. Ia berkata bahwa dunia tidak sedang mengalami perubahan biasa.
Dunia sedang mengalami keretakan besar. Sistem yang selama puluhan tahun menopang perdagangan, keamanan, dan diplomasi internasional mulai retak di banyak sisi.
Lalu ia mengucapkan satu kalimat yang menjadi kutipan global: “If we’re not at the table, we’re on the menu.”
Jika kita, negara di luar Amerika Serikat dan Cina, tidak duduk di meja kerja sama, kita akan menjadi santapan di atas meja itu.
Kalimat itu terasa seperti lonceng peringatan bagi negara-negara menengah.
Di tengah rivalitas Amerika Serikat dan Cina, negara yang berdiri sendiri akan mudah ditekan. Negara yang tidak membangun aliansi akan kehilangan ruang menentukan nasibnya sendiri.
Saya pulang dari Davos waktu itu membawa satu pertanyaan: Jika tata dunia lama sedang retak, dengan siapa Indonesia harus berjalan untuk menghadapi dunia baru yang sedang lahir?
Empat bulan kemudian, malam itu, di Paris, saya merasa menemukan sebagian jawabannya.
Malam 28 Mei 2026, saya ada di antara rombongan Presiden Prabowo Subianto dalam jamuan makan malam kenegaraan di Istana Elysee.
Bangunan itu bukan sekadar istana. Ia adalah jantung Republik Prancis.
Artikel Terkait
3 Klub Sepak Bola Elite di Liga 1 Super League Musim Depan, Salah Satunya Didirikan Oleh Prabowo Subianto
2027: Tahun Penentu Prabowo Subianto Satu Atau Dua Periode
FWK Minta Presiden Prabowo Subianto Redam Kenaikan Harga Pangan Yang Telah Menjepit Masyarakat
Pidato Presiden Prabowo Subianto, deklarasi ekonomi baru, dan kisah negara kaya tetapi bocor
Gerakan Mahasiswa Hidayatulah Dukung Presiden Prabowo Subianto Menguatkan Peran Negara Dalam Ekonomi