Oleh Toto Izul Fatah*
WartaPesona.com - Hasil survei nasional 2027 mungkin akan menjadi tahun yang menentukan buat Presiden Prabowo Subianto, antara maju kembali periode berikutnya atau cukup satu periode saja.
Keputusan tersebut, salah satunya, pasti akan ditentukan oleh tingkat kepuasan atas kinerjanya, dan tingkat elektabilitasnya.
Jika pada waktunya nanti hasilnya tidak menggembirakan, misalnya, sudah ada kandidat lain yang berhasil memepet elektabilitasnya, meski belum melampauinya, bisa jadi Prabowo akan mengambil pilihan realistis untuk cukup satu periode saja.
Apalagi, jika diikuti oleh tingkat kepuasan atas kinerjanya yang rendah. Sebut saja, hanya 60 persen atau di bawahnya. Itu pasti lampu kuning sebagai pertanda cukup berat untuk terpilih kembali.
Paling tidak, itulah data yang selama ini terekam di aneka kontestasi politik, baik Pilkada maupun Pilpres.
Meski belum menjadi hukum besi prilaku pemilih yang mutlak, tetapi dari beberapa kasus membuktikan, bahwa calon yang punya tren turun, memiliki kecendrungan terus menurun.
Begitu juga dengan kandidat incumbent yang tingkat kepuasan terhadap kinerjanya rendah, sebut saja, hanya 50 persen, hampir bisa dipastikan sangat berat untuk terpilih kembali. Apalagi, jika diikuti oleh tren elektabilitas yang juga menurun.
Menurut data beberapa lembaga survei, Indikator Politik Indonesia dan Poltracking mislanya, minimal per awal tahun 2026, Prabowo Subianto masih memimpin elektabilitas di kisaran plus minus 35 persen. Ada juga yang menyebut 40-an persen.
Di bawahnya, dalam pertanyaan terbuka, ada Dedi Mulyadi (13,5 persen) dan Anies Baswedan (9,2 persen).
Lalu di bawahnya lagi ada Gibran Rakabuming Raka, Agus Harimurti Yudhoyono, Ganjar Pranowo, Basuki Tjahaja Purnama, Amran Sulaiman, Purbaya dan lain-lain, yang masih dibawah 7 persen.
Yang harus diwaspadai adalah tren elektabilitas kandidat. Jika ada di antara figur-figur tadi yang punya tren naik, dari pengalaman selama ini, biasanya akan naik terus.
Merujuk data beberapa lembaga survei tadi, kandidat yang punya potensi naik dan memepet elektabilitas Prabowo adalah Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menarik bukan hanya sebagai Gubernur Jawa Barat yang sedang populer di jagat digital, tetapi juga ia sedang tampil sebagai simbol baru yang mulai menembus panggung nasional.
Artikel Terkait
Kedubes Iran Sambut Positif Tawaran Mediasi Prabowo Subianto antara AS dan Iran
Rois Aam PBNU Puji Kepemimpinan Prabowo yang Dinilai Mengabdi untuk Rakyat
Saran Prabowo Jadi Inspirasi, Nenek Ini Pilih Nama “Adhi Darma” untuk Cucu
Pramono Anung Undang Presiden Prabowo Subianto Resmikan Wajah Baru Jalan HR Rasuna Said Jakarta
3 Klub Sepak Bola Elite di Liga 1 Super League Musim Depan, Salah Satunya Didirikan Oleh Prabowo Subianto