Ditangkapnya Pimpinan Badan Gizi Nasional dan Kesedihan Presiden Prabowo Subianto

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 4 Juni 2026 | 09:25 WIB

Baca Juga: Dadan Hindayana Yang Pernah Dinugerahi Bintang Jasa Utama oleh Presiden Prabowo Subianto

Artinya, program ini mengelola dana negara dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memperbaiki kualitas gizi generasi muda Indonesia.

Menurut penyidik, terdapat dua dugaan penyimpangan utama.

Pertama, penggunaan yayasan-yayasan mitra yang diduga memiliki hubungan dengan para tersangka sehingga memperoleh akses khusus menjadi pelaksana program.

Kedua, dugaan manipulasi pengadaan barang dan jasa melalui pengaturan spesifikasi, rekayasa kebutuhan, dan markup harga.

Pengadaan yang disorot mencakup ribuan unit kendaraan listrik, puluhan ribu perangkat elektronik, perlengkapan operasional, hingga berbagai pengeluaran yang diduga tidak sesuai kebutuhan utama program.

Kerugian negara masih dihitung. Namun satu hal sudah jelas. Yang dipertaruhkan bukan hanya uang rakyat. Yang dipertaruhkan adalah masa depan anak-anak Indonesia yang menjadi tujuan program tersebut.

Merenungkan peristiwa penangkapan tiga pimpinan Program Makan Bergizi Gratis, kita sampai pada tiga inspirasi.

Inspirasi pertama: program mulia membutuhkan penjaga yang mulia.

Sejarah berkali-kali memperlihatkan bahwa niat baik tidak otomatis melahirkan hasil yang baik. Program MBG lahir dari sebuah tujuan yang sangat mulia.

Tujuannya sederhana: memperbaiki kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini. Namun sebuah program sebesar apa pun tetap dijalankan oleh manusia.

Dan manusia selalu membawa dua kemungkinan sekaligus: pengabdian atau penyalahgunaan.

Dari peristiwa ini kita belajar bahwa kemajuan bangsa tidak hanya membutuhkan kebijakan yang benar.

Ia membutuhkan karakter yang benar.Korupsi dalam program gizi bukan sekadar pencurian uang negara.

Ia adalah pencurian kesempatan. Kesempatan seorang anak untuk tumbuh sehat. Kesempatan seorang anak untuk belajar lebih baik. Kesempatan seorang anak untuk memiliki masa depan yang lebih cerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau

Selasa, 2 Juni 2026 | 10:47 WIB

Tan Malaka dan Keberanian Berpikir

Selasa, 2 Juni 2026 | 09:10 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 12:54 WIB

Abu Janda Versus Permadi Arya

Senin, 1 Juni 2026 | 09:54 WIB

Kematian dan Kupu-kupu Itu, Adikku

Senin, 1 Juni 2026 | 09:20 WIB

Dua Kali Adil

Senin, 1 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tangis KDM: Air Mata Batin Harapan Rakyat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:40 WIB

Tiga Juta Rumah Yang Wajib Eco-conscious

Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:04 WIB
X