Ditangkapnya Pimpinan Badan Gizi Nasional dan Kesedihan Presiden Prabowo Subianto

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 4 Juni 2026 | 09:25 WIB

Di abad ke-21, kualitas sebuah negara semakin ditentukan bukan oleh banyaknya sumber daya alam yang dimiliki. Ia ditentukan oleh kualitas tata kelola.

Banyak negara kaya sumber daya alam gagal menjadi negara maju karena institusinya lemah. Sebaliknya, banyak negara yang miskin sumber daya berhasil menjadi negara maju karena institusinya kuat.

Indonesia sekarang ini sedang memasuki era program-program raksasa. Makan bergizi gratis. Hilirisasi industri. Ketahanan pangan. Ketahanan energi.

Transformasi digital. Semua membutuhkan dana yang sangat besar. Semua membutuhkan birokrasi yang sangat kuat.

Semua membutuhkan pengawasan yang sangat ketat. Oleh karena itu, kebutuhan terbesar Indonesia hari ini bukan hanya pemimpin dengan visi besar.

Kita memerlukan institusi dengan standar kelas dunia.

Banyak pemimpin dikenang karena proyek fisik yang mereka bangun. Sebagian dikenang karena kemenangan politik yang mereka raih. Namun hanya sedikit yang berhasil membangun institusi yang tetap bekerja baik bahkan setelah mereka tidak lagi berkuasa.

Kasus BGN dapat menjadi tragedi. Tetapi ia juga dapat menjadi titik balik. Momentum untuk membangun reformasi tata kelola nasional yang lebih mendalam.

Momentum untuk menciptakan sistem pengadaan yang sepenuhnya transparan. Momentum untuk memperluas audit digital secara real time.

Momentum untuk memperkuat keterbukaan data publik. Momentum untuk mempersempit ruang konflik kepentingan.

Momentum untuk membangun mekanisme peringatan dini yang mampu mendeteksi penyimpangan sebelum berubah menjadi skandal.

Jika reformasi itu lahir dari kasus ini, maka peristiwa yang menyedihkan ini akan menghasilkan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar penangkapan pelaku.

Ia akan melahirkan institusi yang lebih kuat. Dan institusi yang kuat adalah fondasi utama kemajuan sebuah bangsa.

Dua buku membantu kita memahami pelajaran besar di balik peristiwa ini.

Buku pertama adalah Why Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty karya Daron Acemoglu dan James A. Robinson yang terbit pada tahun 2012.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau

Selasa, 2 Juni 2026 | 10:47 WIB

Tan Malaka dan Keberanian Berpikir

Selasa, 2 Juni 2026 | 09:10 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 12:54 WIB

Abu Janda Versus Permadi Arya

Senin, 1 Juni 2026 | 09:54 WIB

Kematian dan Kupu-kupu Itu, Adikku

Senin, 1 Juni 2026 | 09:20 WIB

Dua Kali Adil

Senin, 1 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tangis KDM: Air Mata Batin Harapan Rakyat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:40 WIB

Tiga Juta Rumah Yang Wajib Eco-conscious

Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:04 WIB
X