Ditangkapnya Pimpinan Badan Gizi Nasional dan Kesedihan Presiden Prabowo Subianto

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 4 Juni 2026 | 09:25 WIB

Oleh karena itu, setiap rupiah yang diselewengkan dari program seperti ini sesungguhnya memiliki konsekuensi moral yang jauh lebih besar daripada sekadar pelanggaran administrasi.

Inspirasi kedua: integritas adalah infrastruktur yang tak terlihat.

Kita sering mengagumi jalan raya, bendungan, pelabuhan, bandara, atau gedung sekolah. Namun ada satu infrastruktur yang jauh lebih menentukan masa depan sebuah bangsa. Namanya integritas. Ia tidak terlihat. Ia tidak dapat difoto. Ia tidak dapat diresmikan dengan pemotongan pita.

Namun tanpa integritas, seluruh pembangunan fisik dapat kehilangan maknanya. Integritas menentukan apakah uang rakyat benar-benar sampai kepada rakyat.

Integritas menentukan apakah sebuah program dijalankan untuk kepentingan publik atau untuk kepentingan pribadi.

Ketika integritas kuat, dana yang terbatas dapat menghasilkan manfaat yang besar.

Ketika integritas runtuh, anggaran raksasa pun dapat berubah menjadi kebocoran yang raksasa.

Dari kasus ini kita diingatkan bahwa keberhasilan sebuah negara lebih sering ditentukan oleh kualitas moral para pengelolanya daripada besarnya angka yang tertulis dalam APBN.

Inspirasi ketiga: program raksasa memerlukan tata kelola kelas dunia.

Namun pelajaran terbesar dari kasus ini sesungguhnya lebih dalam daripada soal tentang individu. Pelajaran terbesarnya adalah pentingnya tata kelola kelas dunia.

Dalam banyak diskusi publik, korupsi sering dipahami sebagai masalah orang jahat. Padahal, negara-negara maju mengajarkan sesuatu yang berbeda.

Mereka tidak membangun kemajuan dengan asumsi bahwa semua pejabat adalah malaikat. Mereka membangun kemajuan dengan menciptakan sistem yang membuat penyimpangan menjadi sulit dilakukan.

Singapura tidak menjadi negara maju karena memiliki manusia yang lebih suci dibanding bangsa lain.

Singapura maju karena membangun institusi yang membuat korupsi mahal, berisiko tinggi, dan mudah terdeteksi.

Negara-negara Nordik juga menunjukkan hal yang sama. Kepercayaan publik yang tinggi lahir karena transparansi yang tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau

Selasa, 2 Juni 2026 | 10:47 WIB

Tan Malaka dan Keberanian Berpikir

Selasa, 2 Juni 2026 | 09:10 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 12:54 WIB

Abu Janda Versus Permadi Arya

Senin, 1 Juni 2026 | 09:54 WIB

Kematian dan Kupu-kupu Itu, Adikku

Senin, 1 Juni 2026 | 09:20 WIB

Dua Kali Adil

Senin, 1 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tangis KDM: Air Mata Batin Harapan Rakyat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:40 WIB

Tiga Juta Rumah Yang Wajib Eco-conscious

Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:04 WIB
X