Catatan dari Paris (2)
Oleh Denny JA
WartaPesona.com - Dalam perjalanan menuju Istana Elysee, Paris, untuk menghadiri jamuan kenegaraan dan mendengar pidato Presiden Emmanuel Macron serta Presiden Prabowo Subianto, pikiran saya melayang pada sebuah kisah yang pernah mengubah arah sejarah.
Musim semi 1815.
Seorang buangan baru saja melarikan diri dari Pulau Elba. Namanya Napoleon Bonaparte.
Pasukan dikirim untuk menangkapnya. Meriam telah disiapkan. Perintahnya tegas: hentikan dia sebelum mencapai Paris.
Namun ketika berhadapan dengan pasukan yang diperintahkan menembaknya, Napoleon justru melangkah maju seorang diri. Ia membuka mantelnya dan berkata:
“Jika ada di antara kalian yang ingin menembak Kaisarnya, tembaklah sekarang.”
Tak satu peluru pun dilepaskan.
Para tentara menjatuhkan senjata mereka dan bergabung dengannya.
Dalam hitungan minggu, seorang buangan itu kembali menjadi penguasa Prancis.
Sejarah sering berubah bukan karena jumlah tentara, luas wilayah, atau besarnya kekayaan.
Sejarah berubah ketika muncul pemimpin yang mampu mengubah keyakinan bangsanya tentang masa depan.
Malam itu, di Paris, saya teringat kisah Napoleon.
Artikel Terkait
Pesan Menjelang Iduladha, Mojtaba Khamenei: Timur Tengah Tidak Akan Lagi Menjadi Perisai Amerika
Iran Tembaki Kapal Yang Mencoba Menerobos Selat Hormuz
Laut Cina Selatan Mulai Panas Setelah Kapal Perang Belanda Beroperasi di Sana
Mendengar Pidato Prabowo dan Macron di Jamuan Makan Malam
Tobat Nasional: Jalan Sunyi Selamatkan Bangsa dan Negara