Tetapi pengalaman bangsa-bangsa maju menunjukkan bahwa program yang mulia tidak cukup dijaga oleh niat baik. Ia harus dijaga oleh tata kelola yang baik. Integritas tetap penting. Namun integritas tanpa sistem hanya menghasilkan harapan.
Yang dibutuhkan Indonesia adalah integritas yang diperkuat oleh transparansi, audit digital, pengawasan real time, akuntabilitas publik, dan institusi yang bekerja tanpa kompromi.
Karena pada akhirnya masa depan sebuah bangsa tidak ditentukan oleh siapa yang duduk di kursi kekuasaan hari ini.
Masa depan sebuah bangsa ditentukan oleh kualitas institusi yang tetap bekerja benar bahkan ketika manusia yang menjalankannya tidak sempurna.
Dan sejarah berulang kali membuktikan bahwa negara maju lahir bukan karena memiliki pemimpin yang selalu benar.
Negara maju lahir karena memiliki tata kelola yang membuat penyimpangan sulit terjadi dan mudah terdeteksi.
Itulah sebabnya, di atas semua program besar, Indonesia memerlukan satu program yang lebih besar lagi: membangun tata kelola kelas dunia.
Sebab uang negara yang hilang masih mungkin dicari kembali.
Tetapi masa depan seorang anak yang dicuri oleh korupsi tidak pernah bisa dikembalikan sepenuhnya.***
Referensi
1. Why Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty,
Daron Acemoglu & James A. Robinson, Crown Publishers, 2012
2. The Fifth Risk, Michael Lewis W. W. Norton & Company, 2018
Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi
Artikel Terkait
Macron dan Prabowo Mencari Jalan Merdeka di Dunia Yang Terbelah
Presiden Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir Kepada Almarhum Ryamizard Ryacudu
Presiden Prabowo Subianto Bawa Pencapaian Kerja Sama Rp61,25 Triliun Dari Prancis
Kontroversi Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Luar Negeri dan Payung Diplomasi Kemandirian
Dadan Hindayana Yang Pernah Dinugerahi Bintang Jasa Utama oleh Presiden Prabowo Subianto