Oleh Denny JA*
WartaPesona.com - Malam itu hujan turun pelan di sebuah kampung di Papua Selatan.
Di bawah cahaya api unggun yang kecil, seorang ibu tua memegang segenggam sagu sambil menangis. Ia tidak menangis karena lapar. Ia menangis karena mendengar kabar bahwa hutan di belakang kampungnya akan dibuka untuk proyek pangan dan bioenergi.
“Hutan itu rumah kami,” katanya lirih.
Di kota besar, kalimat seperti itu mungkin terdengar puitis. Tetapi di Papua, itu adalah fakta biologis sekaligus spiritual. Dari hutan itu mereka makan. Dari sungai itu mereka minum. Dari rawa itu mereka mengenal nama burung, arah angin, dan jejak leluhur.
Lalu datanglah negara dengan peta, target produksi, dan ekskavator.
Jalan-jalan lurus mulai membelah rawa. Pohon tumbang satu demi satu. Tentara berdiri menjaga proyek. Dan perlahan, masyarakat adat mulai merasa asing di tanah sendiri.
Saya terdiam lama setelah menonton film Pesta Babi. Saya sadar, tragedi terbesar modernitas bukan selalu perang atau kemiskinan.
Kadang tragedi itu bernama trilema pembangunan, kesulitan mencapai tiga tujuan sekaligus di Papua: bertambahnya lumbung pangan, terjaganya ekologi, dan partisipasi aktif masyarakat lokal.
Film Pesta Babi adalah dokumenter investigatif karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale yang diproduksi tahun 2026.
Film ini sangat kuat secara sinematografis.
Kamera memperlihatkan hutan Papua yang sunyi, rawa yang mistis, pesta adat yang intim, lalu tiba-tiba dipotong suara ekskavator, alat berat, jalan lurus, dan barisan tentara.
Benturan visual itu menciptakan rasa kehilangan yang menghantam emosi penonton. Film ini tidak hanya menyajikan data. Ia menghadirkan atmosfer.
Penonton dibuat merasakan kecemasan sebuah peradaban yang takut menghilang.
Artikel Terkait
Pesta Kesenian Bali 2025: Perpaduan Budaya dan Ekonomi Kreatif di Mata Wakil Menteri Pariwisata
Jakarta Fair 2025 Tembus Rp7,3 Triliun: Pesta Rakyat, Bukti Stabilitas Ekonomi Ibu Kota
Pesta Rakyat di Istana: Presiden Prabowo Buka Lebar Pintu Upacara 17 Agustus untuk Masyarakat
HUT ke-80 RI Jadi Pesta Rakyat: Karnaval Malam hingga Istana Terbuka untuk Masyarakat
UMKM Banten Bersinar di Pesta Rakyat Monas, 14.000 Paket Produk Terjual