Sehubungan konflik terbesar pembangunan sering bukan tentang teknologi, tetapi tentang martabat manusia.
Ketiga, pembangunan Papua harus melahirkan kelas menengah Papua.
Tidak boleh lagi masyarakat asli hanya menjadi buruh kasar di tanahnya sendiri. Papua membutuhkan investasi besar dalam pendidikan.
Sekolah vokasi, politeknik modern, beasiswa luar negeri, inkubator bisnis lokal, hingga kuota kepemilikan kontraktor Papua.
Dua puluh tahun dari sekarang, anak-anak Papua harus menjadi insinyur, manajer, agronom, dan pemimpin industri di tanahnya sendiri.
Rasa memiliki tidak lahir dari slogan nasionalisme. Ia lahir ketika seseorang merasa punya masa depan yang terhormat dalam pembangunan.
Salah satu contoh paling berhasil tentang pembangunan yang menghormati masyarakat adat terjadi di New Zealand melalui kebangkitan ekonomi suku Māori.
Dulu, masyarakat Māori mengalami luka kolonial yang panjang. Tanah mereka dirampas, bahasa mereka ditekan, dan banyak komunitas adat jatuh miskin di negeri sendiri.
Tetapi, negara itu perlahan belajar: pembangunan tanpa martabat hanya akan melahirkan kemarahan turun-temurun.
Maka dimulailah perubahan besar.
Pemerintah New Zealand mengakui hak sejarah masyarakat Māori melalui proses Treaty Settlements. Tanah adat dikembalikan sebagian.
Komunitas Māori diberi saham ekonomi, hak pengelolaan sumber daya alam, dana pendidikan, dan ruang menentukan masa depan mereka sendiri.
Hasilnya luar biasa.
Hari ini banyak suku Māori memiliki perusahaan perikanan, pariwisata, kehutanan, hingga investasi modern bernilai miliaran dolar. Tetapi yang paling penting bukan angka kekayaannya.
Yang paling penting: mereka tidak kehilangan jiwanya.
Artikel Terkait
Pesta Kesenian Bali 2025: Perpaduan Budaya dan Ekonomi Kreatif di Mata Wakil Menteri Pariwisata
Jakarta Fair 2025 Tembus Rp7,3 Triliun: Pesta Rakyat, Bukti Stabilitas Ekonomi Ibu Kota
Pesta Rakyat di Istana: Presiden Prabowo Buka Lebar Pintu Upacara 17 Agustus untuk Masyarakat
HUT ke-80 RI Jadi Pesta Rakyat: Karnaval Malam hingga Istana Terbuka untuk Masyarakat
UMKM Banten Bersinar di Pesta Rakyat Monas, 14.000 Paket Produk Terjual