Film Pesta Babi dan Kisah Pembangunan Tanpa Antropology di Papua

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 19 Mei 2026 | 08:37 WIB

Sehubungan konflik terbesar pembangunan sering bukan tentang teknologi, tetapi tentang martabat manusia.

Ketiga, pembangunan Papua harus melahirkan kelas menengah Papua.

Tidak boleh lagi masyarakat asli hanya menjadi buruh kasar di tanahnya sendiri. Papua membutuhkan investasi besar dalam pendidikan.

Sekolah vokasi, politeknik modern, beasiswa luar negeri, inkubator bisnis lokal, hingga kuota kepemilikan kontraktor Papua.

Dua puluh tahun dari sekarang, anak-anak Papua harus menjadi insinyur, manajer, agronom, dan pemimpin industri di tanahnya sendiri.

Rasa memiliki tidak lahir dari slogan nasionalisme. Ia lahir ketika seseorang merasa punya masa depan yang terhormat dalam pembangunan.

Salah satu contoh paling berhasil tentang pembangunan yang menghormati masyarakat adat terjadi di New Zealand melalui kebangkitan ekonomi suku Māori.

Dulu, masyarakat Māori mengalami luka kolonial yang panjang. Tanah mereka dirampas, bahasa mereka ditekan, dan banyak komunitas adat jatuh miskin di negeri sendiri.

Tetapi, negara itu perlahan belajar: pembangunan tanpa martabat hanya akan melahirkan kemarahan turun-temurun.

Maka dimulailah perubahan besar.

Pemerintah New Zealand mengakui hak sejarah masyarakat Māori melalui proses Treaty Settlements. Tanah adat dikembalikan sebagian.

Komunitas Māori diberi saham ekonomi, hak pengelolaan sumber daya alam, dana pendidikan, dan ruang menentukan masa depan mereka sendiri.

Hasilnya luar biasa.

Hari ini banyak suku Māori memiliki perusahaan perikanan, pariwisata, kehutanan, hingga investasi modern bernilai miliaran dolar. Tetapi yang paling penting bukan angka kekayaannya.

Yang paling penting: mereka tidak kehilangan jiwanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB
X