Jakarta Fair 2025 Tembus Rp7,3 Triliun: Pesta Rakyat, Bukti Stabilitas Ekonomi Ibu Kota

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Minggu, 13 Juli 2025 | 23:35 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat penutupan Jakarta Fair 2025 , Minggu, 13/07/2025. (Foto: jakarta.go.id)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat penutupan Jakarta Fair 2025 , Minggu, 13/07/2025. (Foto: jakarta.go.id)

WartaPesona.com- Jakarta, Minggu, 13 Juli 2025 — Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2025 resmi ditutup dengan catatan yang membanggakan. Dalam upacara penutupan yang digelar di Arena JIEXPO Kemayoran, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengumumkan total nilai transaksi mencapai Rp7,3 triliun, sementara jumlah pengunjung mendekati angka 6 juta orang sejak pembukaan pada 19 Juni lalu.

“Hari ini, kita resmi menutup Jakarta Fair 2025. Luar biasa, pengunjung hampir mencapai enam juta orang, dan total nilai transaksi menembus Rp7,3 triliun. Ini membuktikan bahwa secara ekonomi, Jakarta dalam kondisi baik-baik saja. Mudah-mudahan JFK tahun depan akan lebih besar,” ujar Wagub Rano dalam sambutannya.

Capaian tersebut bukan hanya menunjukkan antusiasme masyarakat, tetapi juga menjadi indikator positif terhadap pergerakan roda ekonomi Ibu Kota pascapandemi dan dalam proses transisi sebagai kota global.

Baca Juga: Jens Raven Resmi Gabung Bali United! Wonderkid Timnas Teken Kontrak 3 Musim, Pilih Pulang Demi Serdadu Tridatu

Rano Karno menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari PT Jakarta International Expo (JIEXPO) selaku penyelenggara, para sponsor, mitra, panitia pelaksana, hingga masyarakat yang hadir dan meramaikan gelaran tahunan ini.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Jakarta Fair 2025. Terima kasih juga kepada warga Jakarta dan pengunjung dari berbagai daerah yang telah memeriahkan acara ini. Tahun depan, Jakarta Fair akan kembali digelar selama satu bulan penuh,” tambahnya.

Pameran tahun ini diikuti lebih dari 1.500 stan dari berbagai sektor industri, termasuk ratusan pelaku UMKM dari seluruh penjuru Indonesia. Keikutsertaan mereka tidak hanya mendorong geliat ekonomi lokal, tetapi juga mengukuhkan Jakarta sebagai pusat promosi produk dalam negeri dan destinasi investasi yang menjanjikan.

Baca Juga: Setelah 10 Tahun Perundingan, Prabowo Umumkan Terobosan Bersejarah: RI dan Uni Eropa Sepakat CEPA

Namun demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap membuka ruang evaluasi, khususnya terkait harga tiket masuk yang banyak mendapat sorotan dari masyarakat.

“Kami menerima berbagai masukan, salah satunya mengenai harga tiket yang dinilai tinggi, terutama di akhir pekan. Hal ini akan kami evaluasi untuk pelaksanaan tahun depan,” jelas Rano.

Lebih dari sekadar ajang hiburan dan belanja, Jakarta Fair kini diposisikan sebagai ruang kolaboratif lintas sektor.

Pemberdayaan UMKM, promosi budaya lokal, dan penguatan ekosistem kreatif menjadi bagian integral dari transformasi Jakarta menjadi kota global yang tangguh secara ekonomi dan berdaya saing tinggi.

“Mari kita terus jadikan Jakarta Fair sebagai ruang bertumbuh yang selaras dengan semangat menjadikan Jakarta sebagai kota global yang tangguh secara ekonomi, unggul dalam inovasi, dan kaya dalam keberagaman budaya,” tutup Wagub Rano Karno.

Dengan capaian tahun ini, Jakarta Fair tidak hanya menjadi festival perdagangan terbesar di Indonesia, tetapi juga simbol optimisme baru dalam perjalanan ekonomi dan budaya Ibu Kota.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin

Jumat, 3 Juli 2026 | 08:56 WIB
X