opini

Riset Rentang Citra Politisi Perempuan Indonesia di Instagram

Jumat, 26 Juni 2026 | 08:28 WIB

Akibatnya, perempuan sering menghadapi tuntutan yang saling bertentangan. Mereka diminta berprestasi, tetapi tidak boleh terlalu ambisius. Mereka diminta memimpin, tetapi tidak boleh terlihat terlalu dominan.

Ketika membaca penelitian mengenai politisi perempuan Indonesia di Instagram, kita melihat bahwa gagasan Beauvoir masih sangat relevan.

Arena pertarungan memang berubah. Namun dilema dasarnya tetap sama.

Perempuan masih terus bernegosiasi dengan ekspektasi sosial yang kompleks.

Karena itu, buku ini membantu kita memahami akar historis dari fenomena yang ditemukan dalam penelitian tersebut.

Buku kedua adalah Lean In: Women, Work, and the Will to Lead karya Sheryl Sandberg yang diterbitkan pada tahun 2013.

Jika Beauvoir menjelaskan akar masalahnya, Sandberg menjelaskan bagaimana perempuan menghadapi tantangan itu dalam dunia modern.

Sandberg menunjukkan bahwa banyak hambatan terhadap perempuan tidak selalu hadir dalam bentuk diskriminasi yang terang-terangan. Sering kali hambatan itu hadir dalam bentuk stereotip yang tidak disadari.

Perempuan yang menunjukkan ambisi sering dinilai berbeda dibanding laki-laki yang menunjukkan ambisi yang sama.

Perempuan yang tegas sering dianggap agresif, sementara laki-laki yang tegas dianggap pemimpin.

Temuan penelitian Eriyanto dan Denny JA memperlihatkan bagaimana para politisi perempuan Indonesia berusaha menjawab dilema tersebut melalui strategi visual yang cermat.

Instagram menjadi alat untuk membangun kredibilitas sekaligus kedekatan.

Ia menjadi ruang untuk memperlihatkan bahwa kepemimpinan dan feminitas tidak harus saling meniadakan.

Karena itu, buku Sandberg membantu menjelaskan mengapa strategi identitas hibrida yang ditemukan dalam penelitian ini bukan sekadar fenomena Indonesia, melainkan bagian dari perubahan global mengenai kepemimpinan perempuan di abad ke-21.

Tentu saja tidak semua pihak akan sepakat dengan kesimpulan penelitian ini.

Halaman:

Tags

Terkini

Tak Cukup Ashabiyah Hambalang

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB