Riset Rentang Citra Politisi Perempuan Indonesia di Instagram

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 26 Juni 2026 | 08:28 WIB

Istilah double bind pertama kali diperkenalkan oleh Gregory Bateson bersama tim penelitinya pada tahun 1956 melalui artikel ilmiah Toward a Theory of Schizophrenia.

Awalnya teori ini digunakan untuk menjelaskan situasi komunikasi yang saling bertentangan. Seseorang menerima dua tuntutan yang berlawanan sekaligus. Apa pun pilihan yang diambil, ia tetap berisiko dianggap salah.

Dalam perkembangan berikutnya, konsep ini digunakan secara luas dalam studi gender dan kepemimpinan.

Para ilmuwan seperti Alice Eagly dan Linda Carli menemukan bahwa perempuan pemimpin menghadapi situasi yang sangat mirip.

Masyarakat menginginkan pemimpin yang tegas, kuat, rasional, dan berwibawa. Namun pada saat yang sama, perempuan juga diharapkan tetap hangat, lembut, keibuan, religius, dan tidak terlalu dominan.

Jika seorang perempuan tampil terlalu tegas, ia dianggap keras atau tidak feminin.

Jika ia tampil terlalu lembut, ia dianggap kurang kompeten.

Apa pun pilihannya, risiko kritik selalu hadir.

Inilah yang disebut sebagai double bind perempuan dalam kepemimpinan.

Teori ini sangat relevan untuk memahami konteks Indonesia.

Dalam masyarakat yang masih memiliki akar budaya komunal dan patriarkal yang kuat, perempuan pemimpin tidak hanya dituntut menunjukkan kapasitas profesional, tetapi juga harus menjaga kesesuaian dengan norma sosial yang hidup dalam masyarakat.

Instagram menjadi ruang tempat negosiasi tersebut berlangsung setiap hari.

Melalui pilihan visual yang tampak sederhana, para politisi perempuan sebenarnya sedang mengelola dua tuntutan yang saling bertabrakan. Mereka berusaha tampil kompeten tanpa dianggap arogan. Mereka ingin terlihat kuat tanpa kehilangan kedekatan emosional dengan publik.

Yang menarik, penelitian ini menemukan bahwa mereka tidak memilih salah satu kutub.

Mereka justru menciptakan ruang baru yang menggabungkan keduanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Main Seperti Planga-plongo, Messi Borong Dua Gol

Selasa, 23 Juni 2026 | 08:15 WIB

Kapolri dan Makam BJ Habibie Yang Terlewat

Minggu, 21 Juni 2026 | 19:11 WIB

Tak Kunjung Selesai

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:09 WIB

Doaku Untuk Presidenku, Solusi Lewat Jalan Sunyi

Jumat, 19 Juni 2026 | 09:06 WIB

Sunda Dalam Angka, Etika, dan Budaya

Kamis, 18 Juni 2026 | 11:13 WIB

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:43 WIB

Sejarah Tahun Baru Islam, Waktunya Pejabat Hijrah

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:25 WIB

Pesan Profetik Film Jangan Buang Ibu

Senin, 15 Juni 2026 | 07:33 WIB
X