opini

Meluasnya Protes Mahasiswa dan Ujian Kesabaran Konstitusional

Senin, 22 Juni 2026 | 09:05 WIB

Jawaban terhadap penyalahgunaan kekuasaan bukanlah menghancurkan konstitusi. Jawabannya adalah memperkuat institusi yang membuat konstitusi bekerja.

Kritik dan aksi protes adalah ekspresi sehat sebagai katup kegelisahan masyarakat. Namun dalam rangka konsolidasi demokrasi dan kalender pergantian kekuasaan secara konstitusional, aksi itu perlu koridor untuk tak menjadi semangat menjatuhkan presiden di tengah jalan.

Mengapa kita perlu menjaga tradisi tidak menjatuhkan presiden sebelum masa jabatannya berakhir?

Alasan pertama adalah menjaga kepastian politik dan ekonomi.

Ekonomi modern dibangun di atas kepercayaan. Investor, pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat membutuhkan kepastian mengenai arah pemerintahan.

Jika pergantian kekuasaan dapat terjadi setiap kali popularitas presiden turun, maka ketidakpastian menjadi permanen. Investasi tertunda. Lapangan kerja melambat. Pasar gelisah. Negara kehilangan kemampuan merencanakan pembangunan jangka panjang.

Pemerintahan boleh dikritik setiap hari. Tetapi kalender konstitusi harus dihormati agar masyarakat dapat merencanakan masa depan dengan rasa aman.

Alasan kedua adalah mencegah budaya politik jalan pintas.

Jika presiden mudah dijatuhkan karena tekanan politik, setiap kelompok yang kalah pemilu akan tergoda mencari cara mempercepat pergantian kekuasaan.

Energi bangsa akan habis untuk intrik dan konflik. Pemilu tidak lagi menjadi arena utama pergantian kepemimpinan. Yang muncul adalah budaya delegitimasi tanpa akhir.

Hari ini satu kelompok menjatuhkan lawannya. Besok kelompok lain melakukan hal yang sama. Dalam situasi seperti itu, tidak ada pemerintahan yang cukup lama untuk bekerja. Tidak ada kebijakan yang cukup lama untuk menghasilkan manfaat.

Oleh karena itu, mekanisme pemakzulan dalam sistem presidensial dibuat berat. Tujuannya bukan melindungi presiden. Tujuannya melindungi negara.

Alasan ketiga adalah menghormati mandat rakyat.

Presiden dipilih oleh puluhan juta warga negara. Di balik setiap suara terdapat harapan, keyakinan, dan aspirasi rakyat.

Jika presiden dapat dijatuhkan hanya karena tidak populer atau karena sebagian kelompok kecewa, maka makna suara rakyat berkurang.

Halaman:

Tags

Terkini

Main Seperti Planga-plongo, Messi Borong Dua Gol

Selasa, 23 Juni 2026 | 08:15 WIB

Kapolri dan Makam BJ Habibie Yang Terlewat

Minggu, 21 Juni 2026 | 19:11 WIB

Tak Kunjung Selesai

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:09 WIB

Doaku Untuk Presidenku, Solusi Lewat Jalan Sunyi

Jumat, 19 Juni 2026 | 09:06 WIB

Sunda Dalam Angka, Etika, dan Budaya

Kamis, 18 Juni 2026 | 11:13 WIB

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:43 WIB

Sejarah Tahun Baru Islam, Waktunya Pejabat Hijrah

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:25 WIB

Pesan Profetik Film Jangan Buang Ibu

Senin, 15 Juni 2026 | 07:33 WIB

Amar Brkic, Garuda Muda dari Frankfurt

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:57 WIB