WartaPena.com - Media The Intercept melaporkan bahwa dokumen internal Meta menunjukkan ada permintaan dari otoritas Israel agar Facebook dan Instagram menghapus konten yang mengutungkan Teheran dalam konflik mereka melawan Iran.
Menurut unggahan akun Instagram @jendela_inforasi_dunia 2582 yang dilihat Minggu 21 Juni 2026, konten yang dimaksud mencakup unggahan yang mengkritik Israel, mendukung Iran, sampai materi yang menampilkan dampak serangan peluru kendali (Rudal).
Beberapa permintaan Israel tersebut dipenuhi oleh Meta, meski tidak selalu jelas dasar hukumnya.
Baca Juga: Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menggelar Festival Kuliner Jakarta 2026
Temuan tersebut memicu kekhawatiran serius tentang kebebasan berekspresi di media sosial.
Meta menyatakan hanya menghapus konten yang melanggar kebijakan platform atau diwajibkan oleh hukum, namun laporan The Intercept menyoroti tentang bias dalam moderasi konten.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana konflik modern tidak hanya terjadi di medan perang, tetapi juga di ranah digital, dengan narasi publik yang berpotensi dikendalikan oleh tekanan politik.***
Artikel Terkait
Hilangnya Nama Gibran di Barisan Pendukung Prabowo, Pecah Kongsi?
Jakarta Berikan Insentif Pajak 50 Persen Kepada Indsutri Film
Indonesia Meraih Peringkat Kedua Global Muslim Travel Index Award 2026
Gubernur Pramono Anung Wibowo Resmikan Hasil Penataan Jalan HR Rasuna
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menggelar Festival Kuliner Jakarta 2026