Jawaban terhadap penyalahgunaan kekuasaan bukanlah menghancurkan konstitusi. Jawabannya adalah memperkuat institusi yang membuat konstitusi bekerja.
Kritik dan aksi protes adalah ekspresi sehat sebagai katup kegelisahan masyarakat. Namun dalam rangka konsolidasi demokrasi dan kalender pergantian kekuasaan secara konstitusional, aksi itu perlu koridor untuk tak menjadi semangat menjatuhkan presiden di tengah jalan.
Mengapa kita perlu menjaga tradisi tidak menjatuhkan presiden sebelum masa jabatannya berakhir?
Alasan pertama adalah menjaga kepastian politik dan ekonomi.
Ekonomi modern dibangun di atas kepercayaan. Investor, pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat membutuhkan kepastian mengenai arah pemerintahan.
Jika pergantian kekuasaan dapat terjadi setiap kali popularitas presiden turun, maka ketidakpastian menjadi permanen. Investasi tertunda. Lapangan kerja melambat. Pasar gelisah. Negara kehilangan kemampuan merencanakan pembangunan jangka panjang.
Pemerintahan boleh dikritik setiap hari. Tetapi kalender konstitusi harus dihormati agar masyarakat dapat merencanakan masa depan dengan rasa aman.
Alasan kedua adalah mencegah budaya politik jalan pintas.
Jika presiden mudah dijatuhkan karena tekanan politik, setiap kelompok yang kalah pemilu akan tergoda mencari cara mempercepat pergantian kekuasaan.
Energi bangsa akan habis untuk intrik dan konflik. Pemilu tidak lagi menjadi arena utama pergantian kepemimpinan. Yang muncul adalah budaya delegitimasi tanpa akhir.
Hari ini satu kelompok menjatuhkan lawannya. Besok kelompok lain melakukan hal yang sama. Dalam situasi seperti itu, tidak ada pemerintahan yang cukup lama untuk bekerja. Tidak ada kebijakan yang cukup lama untuk menghasilkan manfaat.
Oleh karena itu, mekanisme pemakzulan dalam sistem presidensial dibuat berat. Tujuannya bukan melindungi presiden. Tujuannya melindungi negara.
Alasan ketiga adalah menghormati mandat rakyat.
Presiden dipilih oleh puluhan juta warga negara. Di balik setiap suara terdapat harapan, keyakinan, dan aspirasi rakyat.
Jika presiden dapat dijatuhkan hanya karena tidak populer atau karena sebagian kelompok kecewa, maka makna suara rakyat berkurang.
Artikel Terkait
Israel diduga Menekan Meta agar Menyensor Konten Yang Menguntungkan Iran
Serangan Besar Rusia Timbulkan Ledakan dan Kebakaran di Ukraina
Gubernur Jakarta Pramono Anung Mencanangkan Pembangunan Pedestrian Deck di Dukuh Atas
Kapolri dan Makam BJ Habibie Yang Terlewat
MotoGP 2026: Marco Bezzecchi Masih Memimpin Klasemen Setelah Marc Marquez Memenangi GP Ceko