opini

Ditangkapnya Pimpinan Badan Gizi Nasional dan Kesedihan Presiden Prabowo Subianto

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:25 WIB

Buku ini menjelaskan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak terutama ditentukan oleh kekayaan alam atau besarnya anggaran negara.

Yang menentukan adalah kualitas institusi. Ketika institusi dikuasai oleh kelompok yang memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, lahirlah apa yang disebut sebagai extractive institutions.

Dalam sistem seperti itu, program yang paling mulia sekalipun dapat dibajak oleh kepentingan sempit.

Pelajaran terbesarnya sangat relevan bagi kasus BGN.

Program besar membutuhkan institusi yang lebih besar daripada individu yang memimpinnya.

Buku kedua adalah The Fifth Risk karya Michael Lewis yang terbit pada tahun 2018.

Lewis menunjukkan bahwa banyak program pemerintah yang sebenarnya dirancang untuk melindungi rakyat justru gagal karena lemahnya tata kelola.

Risiko terbesar sering kali bukan berasal dari luar. Risiko terbesar berasal dari dalam. Dari pengelolaan yang buruk. Dari lemahnya pengawasan.

Dari absennya sistem deteksi dini. Dari jabatan yang ditempati oleh orang yang tidak kompeten atau tidak berintegritas.

Pesan buku ini sangat relevan bagi Indonesia. Program strategis membutuhkan sistem pemantauan real time yang mampu mendeteksi penyimpangan sebelum kerugian menjadi terlalu besar.

Selama puluhan tahun mengamati politik, birokrasi, dan kebijakan publik Indonesia, saya berkali-kali menyaksikan pola yang sama.

Sebuah gagasan lahir dengan penuh harapan. Regulasinya tersedia. Anggarannya tersedia.
Dukungan publik tersedia. Namun beberapa tahun kemudian, program tersebut kehilangan arah. Penyebabnya hampir selalu sama. Bukan karena kurangnya ide.
Bukan karena kurangnya sumber daya. Melainkan karena lemahnya mekanisme yang memastikan amanah tetap dijalankan sebagai amanah.

Oleh karena itu, setiap kali melihat program yang menyangkut rakyat kecil, terutama anak-anak, saya selalu merasa bahwa persoalannya jauh melampaui administrasi negara.

Di balik setiap angka anggaran terdapat wajah manusia. Di balik setiap laporan keuangan ada kehidupan yang nyata.

Dan di balik setiap tindakan korupsi terdapat harapan yang diam-diam dirampas dari mereka yang paling membutuhkan.

Halaman:

Tags

Terkini

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau

Selasa, 2 Juni 2026 | 10:47 WIB

Tan Malaka dan Keberanian Berpikir

Selasa, 2 Juni 2026 | 09:10 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 12:54 WIB

Abu Janda Versus Permadi Arya

Senin, 1 Juni 2026 | 09:54 WIB

Kematian dan Kupu-kupu Itu, Adikku

Senin, 1 Juni 2026 | 09:20 WIB

Dua Kali Adil

Senin, 1 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tangis KDM: Air Mata Batin Harapan Rakyat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:40 WIB

Tiga Juta Rumah Yang Wajib Eco-conscious

Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:04 WIB