Oleh Toto Izul Fatah*
WartaPesona.com - Ramalan, dalam banyak hal, kecuali BMKG, sering identik dengan sesuatu yang beraroma mistis dan mitos. Ada unsur takhayul yang cukup kuat di situ.
Apalagi, jika berbicara tentang suatu keadaan yang akan terjadi di masa yang akan datang. Bbeerapa orang menganggapnya sebagai sesuatu yang kuno, tidak ilmiah dan tidak rasional.
Sebut saja, ramalan Jayabaya dan Sabdo Palon di Nusantara, serta Nostradamus di luar sana, tepatnya di Prancis.
Baca Juga: Tan Malaka dan Keberanian Berpikir
Di antara contoh ramalan mereka itu, pernah disampaikan dalam Serat Jayabaya, sebuah karya sastra Jawa yang ditulis Prabu Jayabaya abad ke-12.
Isinya, mulai ramalan tentang akan ada kereta tanpa jaran –kendaraan tanpa kuda (kendaraan bermotor), Prahu Mlaku ing Awang-awang (pesawat terbang), dan yang paling populer adalah akan datang Ratu Adil setelah mengalami masa kacau balau (kalabendu).
Dua dari ramalan di atas sudah terbukti. Yang masih dan sedang ditunggu adalah ramalan ketiga tentang Ratu Adil.
Dari seberang sana, seorang tabib dan astrolog Prancis abad ke-16, Nostradamus, juga pernah membuat ramalan, yang entah kebetulan atau tidak, ternyata terjadi pada di masa berikutnya. Salah satunya, ramalan tentang kematian Raja Henry II Prancis, kebangkitan Napoleon dan Hitler, akan ada perang dunia II dan terbaru tentang serangan 11 September 2001.
Baca Juga: Legenda Barcelona Andres Iniesta Melatih Klub Uni Emirat Arab Gulf United
Bagi sebagian masyarakat modern, ramalan-ramalan seperti itu mungkin terasa kuno dan mundur karena berbau takhayul. Tetapi, sejarah membuktikan hal yang sebaliknya, bahwa ramalan itu justru selalu hidup.
Terutama, dalam situasi dan kondisi gaduh, kacau, hidup sulit dan kehilangan pegangan.
Dalam situasi seperti itu, masyarakat seolah berlomba mencari cermin. Bukan cermin untuk melihat wajah, melainkan cermin untuk membaca dan meramal nasib.
Oleh karena itu, ketika ekonomi terasa menekan, kehidupan sosial kacau balau, pemerintahan tampak gagap, dan dunia diguncang ketegangan global, publik kembali menoleh pada ramalan-ramalan leluhur. Jangan-jangan benar apa yang diramal para leluhur itu.
Artikel Terkait
Khvicha Kvaratskhelia Dari PSG Dinobatkan Jadi Pemain Terbaik Liga Champions
Lima Sila sebagai Lima Luka
Presiden Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir Kepada Almarhum Ryamizard Ryacudu
Presiden Prabowo Subianto Bawa Pencapaian Kerja Sama Rp61,25 Triliun Dari Prancis
Allano Lima Umumkan Perpisahan dengan Persija Jakarta