Dua Kali Adil

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 1 Juni 2026 | 07:00 WIB

Oleh Ahmadie Thaha*

WartaPesona.com - Hari ini, 1 Juni. Hari libur nasional. Hari ketika bangsa Indonesia kembali membuka lemari sejarah, mengelap foto lama, meniup debu yang menempel di bingkai ingatan.

Lalu, kita mengingat bahwa delapan puluh satu tahun silam, Bung Karno merangkai berbagai aspirasi kebangsaan seperti seorang arsitek yang mengumpulkan batu-batu dari beragam bukit untuk membangun satu rumah besar bernama Indonesia.

Rumah itu diberinya fondasi yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.

Baca Juga: Muhammad Yusuf Ateh Diangkat Jadi Komisaris Telkomsel

Sehubungan hari ini Hari Pancasila, hari ketika Bung Karno berdiri dalam sidang BPUPKI dan menanam benih gagasan yang kemudian tumbuh menjadi pohon raksasa tempat lebih dari 280 juta orang berteduh, saya iseng menjalankan pekerjaan yang biasanya hanya dikerjakan oleh dua jenis manusia: peneliti bahasa dan orang yang terlalu banyak minum kopi. Saya menghitung teks lima sila Pancasila.

Hasilnya menarik. Ada lima kalimat. Ada 29 kata. Dan ada sekitar 161 huruf jika angka 1 sampai 5 tidak dihitung.

Bayangkan. Sebuah negara sebesar gugusan ribuan pulau, dengan ratusan bahasa, ribuan tradisi, dan jutaan perdebatan politik, ternyata berusaha ditambatkan pada hanya 29 kata. Tidak lebih panjang dari satu status media sosial yang ditulis terburu-buru menjelang makan siang.

Yang lebih menarik lagi, di antara 29 kata itu adat satu-satunya keluarga kata yang muncul dua kali. Keluarga kata itu adalah akar kata yang sama: "adil".

Baca Juga: MotoGP 2026: Marco Bezzecchi Memimpin Klasemen Sementara Setelah Menjuarai GP Italia

Pertama muncul dalam sila kedua: "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab." Kedua muncul dalam sila kelima: "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia."

Lihatlah. Dari hanya 29 kata, akar kata "adil" memperoleh dua kursi kehormatan. Seolah ia bukan sekadar penumpang, melainkan anggota direksi dalam perusahaan besar bernama Republik Indonesia.

Yang satu hadir sebagai sifat. Yang satu hadir sebagai cita-cita.

Yang satu menjaga hati manusia. Yang satu menjaga arah negara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB
X