Jangan memusuhi rakyat yang ingin kita perjuangkan
Oleh Zul Arifin Tan*
WartaPesona.com - Ketika berbicara di kongres Komunis Internasional (Komintern) tahun 1922 di Moskow, Uni Soviet (sekarang Rusia), Tan Malaka datang dari sebuah negeri yang masih dijajah: Indonesia.
Di hadapan para pemimpin revolusi dunia, ia tidak datang untuk menghafal teori. Ia datang membawa pengalaman nyata rakyat yang hidup di bawah kolonialisme.
Waktu itu, sebagian pemimpin Komintern melihat Pan Islamisme sebagai sesuatu yang harus dilawan. Mereka menganggap agama sebagai penghalang revolusi.
Baca Juga: Kasihan Petani, Harga Sawit Ada Yang Hanya Rp600 per Kilogram
Tan Malaka tidak sepakat.
Ia memahami bahwa di Indonesia, Islam bukan sekadar urusan ibadah. Islam adalah bagian dari kehidupan rakyat. Islam adalah identitas, budaya, dan dalam banyak kasus menjadi sumber perlawanan terhadap penjajahan.
Oleh karena itu, ia mengajukan pertanyaan sederhana namun mendasar; "Jika kita ingin membebaskan rakyat, mengapa kita memusuhi keyakinan rakyat?"
Bagi Tan Malaka, tugas sebuah gerakan bukanlah mengubah keyakinan rakyat terlebih dahulu. Tugasnya adalah berdiri bersama rakyat melawan penindasan.
Baca Juga: Tangis KDM: Air Mata Batin Harapan Rakyat
Pelajaran ini masih relevan sampai hari ini.
Sering kali organisasi terjebak dalam perdebatan ideologi, aliran, kelompok, bahkan identitas. Kita sibuk mencari perbedaan, sedangkan persoalan yang dihadapi rakyat tetap sama: upah tidak cukup, pekerjaan tidak pasti, ketidakadilan, dan lemahnya posisi tawar.
Tan Malaka mengingatkan bahwa organisasi yang kuat bukanlah organisasi yang paling pandai berdebat. Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu menyatukan sebanyak mungkin kekuatan rakyat di sekitar kepentingan bersama.
Artikel Terkait
Macron dan Prabowo Mencari Jalan Merdeka di Dunia Yang Terbelah
Tiga Juta Rumah Yang Wajib Eco-conscious
Perempuan Muda Yang Meninggal di Hotel di Kebayoran Baru Jakarta Selatan adalah Korban Pembunuhan
Persib Bandung dan Borneo FC Wakili Indonesia di Turnamen ASEAN Club Championship 2026/2027
Tangis KDM: Air Mata Batin Harapan Rakyat