Mengungkap Rahasia Sukses Persib Bandung Meraih Hattrick Juara

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Minggu, 24 Mei 2026 | 17:37 WIB
Ilustrasi. (Rosadi Jamani)
Ilustrasi. (Rosadi Jamani)

Oleh Rosadi Jamani*

WartaPesona.com - Kita membahas Persib Bandung lagi. Tiga kali juara secara beruntun (hattrick) sebuah prestasi luar biasa.

Persib Bandung sekarang bukan lagi klub sepak bola. Ini sudah berubah jadi makhluk mitologi Sunda. Separuh harimau, separuh mesin penghasil pusing bagi lawan.

Tiga kali juara beruntun Liga Indonesia musim 2023/24, 2024/25, dan 2025/26 membuat Maung Bandung seperti Braga ketika malam Minggu. Macet, penuh manusia, dan geulis pisan.

Baca Juga: Lembur Pakuan, Simbol Kerinduan Publik Jawa Barat

Musim ini Persib Bandung menutup liga dengan 79 poin, sama dengan Borneo FC tetapi mereka unggul head-to-head.

Nah, ini bukti, hidup di Indonesia itu kadang mirip antrean seblak. Datang bareng, lapar bareng, tapi yang kenal tukang jualan tetap duluan dapat kursi.

Bandung langsung meledak. Jalan Asia Afrika penuh warga biru. Flyover Pasupati sampai mungkin bingung kenapa tiap tahun harus menopang ribuan Bobotoh yang konvoi sambil knalpotnya berbunyi seperti genderang perang kerajaan Pajajaran.

Bahkan, Gedung Sate kelihatannya ikut bangga. Itu tusuk sate di atas gedung seperti antena yang menangkap sinyal teriakan “Persib Juara!” dari seluruh galaksi.

Baca Juga: Mariano Peralta Pemain Terbaik Super League

Yang paling bikin banyak orang melongo sambil garuk kepala, Persib Bandung ini sehat. Gaji pemain tak telat. Klub modern. Tak hidup dari APBD. Persib Bandung berdiri di atas kaki sendiri.

Bonus Rp1 miliar dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi cuma jadi pemanis, bukan infus kehidupan.

Ini klub bola atau startup unicorn? Bedanya, kalau startup rugi, Persib Bandung malah bagi trofi.

Bobotoh? Waduh. Itu bukan suporter lagi. Itu koloni semut biru yang kalau Persib Bandung bermain bisa membuat Bandung berubah menjadi planet lain. Stadion terasa seperti kawah Gunung Tangkuban Perahu yang meletus, bedanya yang keluar bukan lava, tetapi teriakan “Aing Persib!”. Anak bayi mendadak hafal formasi 4-3-3 sebelum hafal huruf hijaiyah. Tukang cuanki pun bisa mendadak jadi analis taktik level Eropa sambil menyendok kuah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB
X