Oleh Toto Izul Fatah*
WartaPesona.com - Kunjungan ribuan orang ke Lembur Pakuan di Subang Jawa Barat, setiap akhir pekan tak bisa dibaca hanya dengan rumus wisata biasa.
Ini lebih tepat dijelaskan sebagai gejala sosial baru. Terutama, dalam konteks, tak kurang dari 5000 sampai 10.000 orang, khususnya pada Sabtu dan Minggu, datang ke sana berkali-kali. Seperti ada magnet yang mampu menyedot publik untuk terus berkunjung ke tempat itu.
Memang betul, Lembur Pakuan itu tempat Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) tinggal setiap hari.
Baca Juga: Datang ke Lembur Pakuan, Serombongan Tokoh Minta Dedi Mulyadi Jadi Pembicara Konferensi di Papua
Tetapi, kalau pun mereka tahu KDM tinggal d isana, toh mereka juga sadar tak mudah untuk ditemui, terutama karena tugas dan kerjanya yang harus keliling Jawa Barat.
Memang betul, Lembur Pakuan sekarang ini sudah menjadi lokasi destinasi wisata yang dapat menyegarkan mata karena hamparan sawahnya yang indah, udaranya yang segar, dan jalan-jalannya yang mulus berhias ornamen beraroma kental budaya Sunda.
Tetapi, jika semata-mata karena berwisata, toh banyak juga lokasi lain yang bisa dikunjungi.
Lalu, untuk apa warga berbondong-bondong datang kesana?
Baca Juga: Gebernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dukung Kajian Akademik Prasasti Batu Tulis dan Binokasih
Inilah fakta yang menguatkan bahwa Lembur Pakuan hari ini bukan hanya sebatas tempat tinggal KDM dan tempat orang berwisata, tetapi lebih dari itu. Di sana telah berubah menjadi ruang simbolik yang bermakna sangat dalam.
Tepatnya, mereka datang ke Lembur Pakuan karena ada daya tarik ganda. Daya tarik wisata dan daya tarik batin. Ada daya tarik hiburan dan daya tarik kerinduan. Sebagian, memang datang untuk murni wisata, mulai dari menikmati suasana sawah, jalan desa, udara kampung, aliran irigasi, dan nuansa ruang terbuka yang kian langka di kota-kota padat.
Sebagian lain datang karena ingin melihat langsung sosok KDM, atau setidaknya ingin merasakan jejak kepemimpinan yang ia bangun lewat lingkungan tempat tinggalnya.
Sekarang ini, publik memang sedang rindu pada pemimpin yang tidak hanya berbicara dari podium, tetapi menghadirkan contoh hidup yang bisa disentuh. Dalam konteks ini, Lembur Pakuan bekerja sebagai “narasi hidup” tentang seorang pemimpin.
Artikel Terkait
Hasil Quick Count Pilgub Jabar 2024: Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Menuju Kemenangan
Pernikahan Putra Dedi Mulyadi dan Wabup Garut Disambut Hangat Publik, Simbol Perpaduan Dua Tokoh Muda Daerah
Bencana Longsor Bandung Barat : Dedi Mulyadi Kritik Alih Fungsi Kawasan Pegunungan
Dedi Mulyadi, Melawan Mitos Tentang Sunda
Gebernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dukung Kajian Akademik Prasasti Batu Tulis dan Binokasih