Baca Juga: Malut United Tutup Pertandingan Terakhir Dengan Babak Belur Digebuk Borneo FC
Setap Persib Bandung mencetak gol, suasana Bandung seperti odading Mang Oleh yang viral, mendadak semua orang lompat-lompat tak jelas sambil teriak.
Tetapi beginilah hidup, kang. Persib Bandung kalau di liga domestik itu seperti jagoan tongkrongan Dago. Jalan tegak, rambut klimis, lawan ciut.
Tetapi begitu masuk AFC Champions League Two, eh mulai kelihatan seperti mahasiswa baru salah jurusan. Memang mereka lolos fase grup dengan menumbangkan Bangkok United dan Selangor FC. Bobotoh langsung merasa Asia Tenggara tinggal formalitas. Tetapi, begitu masuk 16 besar, jebret… pulang.
Masalahnya klasik. Persib Bandung bisa menang melawan tim besar, lalu kalah lawan Persijap Jepara atau Persita Tangerang seperti orang yang sanggup beli iPhone tetapi lupa bayar kontrakan.
Baca Juga: Persis Solo Terdegradasi Musim Depan!
Inkonsistensi ini bikin emosi Bobotoh naik turun lebih cepat dari tanjakan Lembang saat musim liburan.
Skuad Persib Bandung juga belum sedalam dompet sultan Johor Darul Ta’zim atau Buriram United. Klub ASEAN itu cadangannya masuk lapangan masih kelihatan seperti aktor drama Korea naik motor gede.
Persib Bandung? Habis main di Asia, tiga hari kemudian pemainnya sudah lari-lari lagi di liga domestik dengan kaki yang mungkin masih minta direndam air hangat dan minyak kayu putih.
Bojan Hodak pasti paham. Di Asia Tenggara, sepak bola itu bukan cuma tentang semangat. Ini tentang efisiensi. Salah oper sedikit, lawan langsung menghukum seperti emak-emak menemukan nilai matematika anaknya merah.
Baca Juga: Kota Bandung Meriah Setelah Persib Bandung Juarai Super League 2025/2026
Namun, di situlah lucunya. Persib Bandung sudah menjadi simbol modernisasi sepak bola Indonesia. Klub sehat, finansial aman, suporter loyal, manajemen rapi.
Mereka seperti kafe estetik Bandung. Kelihatan santai, tapi isi rekeningnya bikin iri.
Persib Bandung sudah menjadi raja Nusantara. Tinggal satu langkah lagi, berhenti jadi harimau lokal dan mulai mengaum sampai Thailand, Malaysia, Vietnam, bahkan bikin Singapura mendadak belajar bahasa Sunda.***
*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat
Artikel Terkait
Jadwal Super League: PSM Makassar Melawans Persib Bandung di Indosiar Minggu Malam
Persib Bandung di Ambang Juara Setelah Menang Melawan PSM Makassar
Jadwal Super League Pekan ke-34: Persib Bandung vs Persijap Jepara, Madura United vs PSM Makassar
Jadwal Super League: Persib Bandung Melawan Persijap Jepara di Indosiar Sabtu sore
Kota Bandung Meriah Setelah Persib Bandung Juarai Super League 2025/2026