Saya tumbuh dalam dunia yang mempercayai kekuatan data.
Sejak puluhan tahun lalu saya membaca survei, mempelajari perilaku pemilih, mengamati naik turunnya kepercayaan publik kepada negara.
Saya menyaksikan jatuhnya Orde Baru. Saya melihat reformasi melahirkan harapan baru.
Saya juga melihat media sosial perlahan mengubah perilaku masyarakat secara radikal.
Ketika saya membaca laporan-laporan lapangan tentang kerusuhan Agustus 2025, saya merasakan sesuatu yang berbeda.
Banyak teori lama mampu menjelaskan sebagian fakta. Namun tidak ada satu pun yang mampu menjelaskan keseluruhan fenomena.
Saya melihat sesuatu yang baru sedang lahir. Saya melihat kelas sosial baru. Saya melihat cara baru manusia marah.
Selama dua abad terakhir, teori sosial lahir ketika dunia berubah lebih cepat daripada bahasa yang tersedia untuk menjelaskannya.
Karl Marx membaca lahirnya pabrik. Durkheim membaca lahirnya masyarakat modern.
Kini kita hidup dalam dunia yang dikendalikan algoritma, namun masih memakai banyak konsep yang dilahirkan sebelum internet ditemukan.
Mungkin bukan masyarakatnya yang gagal dipahami. Mungkin teorinya yang sudah terlambat.
Saya melihat algoritma mengambil peran yang sebelumnya dimainkan oleh organisasi politik. Saya melihat notifikasi menggantikan pamflet revolusi.
Dan saya melihat bagaimana satu video berdurasi pendek dapat melakukan pekerjaan yang dulu membutuhkan bertahun-tahun organisasi gerakan sosial.
Oleh karena itu, saya merasa perlu mengajukan sebuah teori sosial baru.
Sebelum mengajukan teori baru, kita perlu memahami tiga teori besar yang selama ini menjadi fondasi ilmu sosial.
Teori pertama adalah Relative Deprivation dari Ted Robert Gurr.
Dalam buku Why Men Rebel, Gurr menjelaskan bahwa pemberontakan tidak lahir dari kemiskinan semata. Pemberontakan lahir ketika terdapat jarak antara harapan dan kenyataan.
Artikel Terkait
Asisten Rumah Tangga Asal Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia
Pesan Profetik Film Jangan Buang Ibu
HIPMI Kota Bekasi Buka Jejaring Wirausaha Dengan Menyelenggarakan Turnamen Padel Padelora Fest
Israel Menganggap Tidak Terikat Oleh Perdamaian Iran-Amerika
Dua Terduga Pelaku Usaha Penculikan di Perumahan Pantai Indah Kapuk Jakarta Ditangkap