WartaPesona.com - Israel menganggap perdamaian Iran dan Amerika Serikat tidak mengikat mereka.
Hal ini ditegaskan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir menanggapi perdamaian Iran-Amerika yang difasilitasi Pakistan.
"Kami bukan pihak dalam kesepakatan ini. Kesepakatan ini tidak menjamin keamanan kami," kata Ben Gvir di akun media sosialnya Telegram dikutip kantor berita AFP, Senin 15 Juni 2026.
Baca Juga: HIPMI Kota Bekasi Buka Jejaring Wirausaha Dengan Menyelenggarakan Turnamen Padel Padelora Fest
Israel, katanya, menghendaki pembubaran Hizbullah sebagai jalan damai dengan Iran. Israel mengaku tak akan mundur dari wilayah yang telah mereka duduki.
Iran dan Amerika Serikat akan menandatangani kesepakatan damai Jumat 19 Juni 2026 di Swiss.
Hal ini diungkap oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dikutip media CNN dan kantor berita AFP, Senin 15 Juni 2026.
Pakistan adalah negara yang memfasilitasi perdamaian antara Iran dan Amerika.
Baca Juga: Pesan Profetik Film Jangan Buang Ibu
Menurut Shehbaz Sharif, Iran dan Amerika sepakat menghentikan operasi militer secera permanen di semua front, termasuk di Lebanon.
Dari Amerika dikabarkan bahwa Presiden Donald Trump telah mengkonfirmasi hal ini.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai. Selamat kepada semua pihak!” kata Trump di jaringan media sosial Truth Social miliknya setelah Shehbaz Sahrif mengumumkan kabar tersebut.
Menurut Trump, perdamaian dengan Iran ini akan membuat Selat Hormuz kembali dibuka untuk pelayaran internasional tanpa biaya.
“Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!” demikian Trump.***
Artikel Terkait
Mantan Ketua BEM KM UGM Tiyo Ardianto Menemukan Benda Diduga Alat Pelacak di Kendaraannya
Anggota OPM Bersenjata Diduga Mengawal Helikopter yang Mendarat di Pedalaman Papua
Mengapa Jenazah Ali Khamenei Lebih Dari Empat Bulan Baru Dimakamkan?
Iran-Amerika Tanda Tangani Perdamaian 19 Juni 2026 di Swiss
Asisten Rumah Tangga Asal Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia