Pesan Profetik Film Jangan Buang Ibu

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 15 Juni 2026 | 07:33 WIB

Oleh Toto Izul Fatah*

WartaPesona.com - Sutradara Hadrah Daeng Ratu sepertinya sedang membaca tanda-tanda zaman yang mulai mengancam retaknya sebuah bangunan kukuh rumah tangga. Bukan retak karena perceraian suami istri, tetapi karena retaknya hubungan ibu dan anaknya.

Apalagi, di tengah zaman teknologi modern yang semakin cepat. Zaman ketika manusia sibuk mengejar karier, jabatan, popularitas, dan validasi digital.

Film Jangan Buang Ibu yang tayang perdana di XXI Festival Citylink, Bandung, Minggu 14 Juni 2026 dan serentak di seluruh Indonesia itu hadir seperti jeda yang menyentuh.

Baca Juga: Asisten Rumah Tangga Asal Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Ia bukan sekadar film keluarga. Ia adalah cermin yang memaksa kita bertanya dengan jujur: sudah sejauh mana kita membalas cinta seorang ibu?

Atau jangan-jangan, dalam diam, kita sudah mulai membuangnya dari pusat hidup kita?

Judul film ini memang sederhana, tetapi pesannya sangat menghentak, Jangan Buang Ibu. Sebuah pesan profetik yang selalu diagungkan dalam seluruh ajaran agama. Termasuk, dalam Islam yang selalu mengingatkan tentang kekuatan ridho seorang ibu. Tepatnya, bahwa ridho Allah itu ada pada ridho kedua orang tua, termasuk di dalamnya ibu.

Dalam tayangan perdana yang juga dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tersebut, terasa ada luka batin yang sangat dalam di balik tiga kata dalam judulnya. Sebab, ibu bukan benda yang bisa disingkirkan ketika dianggap tidak lagi berguna.

Baca Juga: Iran-Amerika Tanda Tangani Perdamaian 19 Juni 2026 di Swiss

Ibu juga bukan beban sosial yang bisa dipindahkan begitu saja ketika tubuhnya mulai renta, ingatannya mulai melemah, dan langkahnya tak lagi sekuat dulu. Ibu adalah asal mula. Ia adalah rumah pertama sebelum seorang anak mengenal dunia.

Film produksi Leo Pictures ini mengangkat tema yang menggambarkan besarnya pengorbanan seorang ibu. Diproduksi Leo Pictures, disutradarai Hadrah Daeng Ratu, ditulis oleh Widya Arifiyanti, serta diproduseri Agung Saputra.

Para bintang utamanya, ada nama-nama populer seperti Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo,*Mpok Atiek dan nama lain yang memperkaya warna dramatiknya.

Namun, nilai paling penting dari film ini bukan hanya pada nama besar para pemainnya. Nilai terdalamnya ada pada pesan moralnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Tak Cukup Ashabiyah Hambalang

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB
X