Datangnya Kapitalisme Algoritma dan Cikal Bakal Lahirnya Kelas Baru

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Minggu, 14 Juni 2026 | 11:08 WIB

Oleh Denny JA

WartaPesona.com - Suatu malam, seorang pengemudi ojek online berhenti di pinggir jalan. Ia baru saja menerima pemberitahuan dari aplikasi yang selama ini menjadi sumber nafkah keluarganya.

Tidak ada kecelakaan. Tidak ada pelanggaran berat. Tidak ada surat pemecatan.

Hanya sebuah notifikasi singkat: akunnya dinonaktifkan sementara karena sistem mendeteksi aktivitas yang dianggap tidak sesuai.

Baca Juga: Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Nofel Saleh Hilabi Sinergikan Penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Eropa, Asia Pasifik, dan Timur Tengah

Dalam hitungan detik, penghasilannya hilang. Istrinya sedang menunggu uang belanja. Anak pertamanya menunggu biaya sekolah.

Ia tidak tahu kepada siapa harus mengadu.

Yang memutuskan nasibnya bukan manusia, melainkan sebuah algoritma yang tak pernah bisa ia temui.

Dunia sedang memasuki tahap baru perkembangan kapitalisme. Saya menyebutnya kapitalisme algoritma.

Baca Juga: Republik Islam Iran Jalankan Prinsip Kehati-hatian Terhadap Amerika Serikat

Kapitalisme ini berbeda dari kapitalisme industri abad ke-19 dan berbeda pula dari kapitalisme finansial yang mendominasi akhir abad ke-20.

Perbedaan pertama adalah pusat kekuasaan ekonomi sekarang ada di algoritma.

Dalam kapitalisme industri, mesin produksi menjadi sumber utama keuntungan. Dalam kapitalisme finansial, modal dan jaringan keuangan menjadi sumber dominasi.

Dalam kapitalisme algoritma, data dan algoritma menjadi alat produksi yang paling menentukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Amar Brkic, Garuda Muda dari Frankfurt

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:57 WIB

Membaca Sumpah "Demi Allah" Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 15:41 WIB

Kisah 108 Solusi Presiden Prabowo Subianto

Senin, 8 Juni 2026 | 10:02 WIB

Mengapa Dolar AS Menembus Rp18.000?

Sabtu, 6 Juni 2026 | 11:07 WIB

Memelihara Harapan di Tengah Kesulitan

Sabtu, 6 Juni 2026 | 09:54 WIB

Belajar Merawat Alam dari Leluhur Nusantara

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:12 WIB

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 5 Juni 2026 | 06:39 WIB

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau

Selasa, 2 Juni 2026 | 10:47 WIB
X