Datangnya Kapitalisme Algoritma dan Cikal Bakal Lahirnya Kelas Baru

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Minggu, 14 Juni 2026 | 11:08 WIB

Baca Juga: Kabar Adhyaksa FC Bermarkas di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah Semakin Nyata

Platform digital mengetahui lokasi pekerja, kebiasaan konsumen, pola belanja, hingga tingkat produktivitas individu secara real time. Keputusan yang dahulu dibuat manajer kini semakin banyak dibuat sistem otomatis.

Kekuasaan ekonomi perlahan bergeser dari pemilik pabrik menuju pemilik data dan pengendali algoritma.

Perbedaan kedua adalah hubungan kerja menjadi semakin tidak terlihat.

Pada masa kapitalisme industri, pekerja mengetahui siapa majikannya dan di mana pabriknya berada.

Kini jutaan pengemudi, kurir, pekerja lepas digital, kreator konten, dan penjual daring bekerja melalui platform yang bahkan tidak pernah mereka datangi secara fisik.

Mereka bekerja berdasarkan aturan yang dapat berubah sewaktu-waktu melalui pembaruan aplikasi.

Pengawasan tidak lagi dilakukan mandor. Pengawasan dilakukan algoritma yang mengukur rating, produktivitas, respons, dan kepatuhan secara otomatis.

Perbedaan ketiga adalah sumber eksploitasi.

Kapitalisme industri memperoleh keuntungan dari jam kerja manusia. Kapitalisme algoritma memperoleh keuntungan dari data, perhatian, emosi, dan perilaku manusia.

Setiap klik, pencarian, unggahan, perjalanan, percakapan, dan transaksi menjadi sumber nilai ekonomi. Konsumen sekaligus pekerja berubah menjadi produsen data.

Di sinilah muncul bentuk baru akumulasi kapital yang belum pernah dikenal dalam sejarah sebelumnya.

Untuk memahami perubahan ini, kita perlu kembali kepada akar konsep kapitalisme.

Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang bertumpu pada kepemilikan pribadi atas alat produksi, mekanisme pasar, dan pencarian keuntungan.

Sejarahnya bergerak melalui beberapa tahap. Kapitalisme dagang berkembang sejak abad ke-16 melalui perdagangan global. Kapitalisme industri lahir bersama Revolusi Industri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Amar Brkic, Garuda Muda dari Frankfurt

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:57 WIB

Membaca Sumpah "Demi Allah" Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 15:41 WIB

Kisah 108 Solusi Presiden Prabowo Subianto

Senin, 8 Juni 2026 | 10:02 WIB

Mengapa Dolar AS Menembus Rp18.000?

Sabtu, 6 Juni 2026 | 11:07 WIB

Memelihara Harapan di Tengah Kesulitan

Sabtu, 6 Juni 2026 | 09:54 WIB

Belajar Merawat Alam dari Leluhur Nusantara

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:12 WIB

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 5 Juni 2026 | 06:39 WIB

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau

Selasa, 2 Juni 2026 | 10:47 WIB
X