Baca Juga: Kabar Adhyaksa FC Bermarkas di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah Semakin Nyata
Platform digital mengetahui lokasi pekerja, kebiasaan konsumen, pola belanja, hingga tingkat produktivitas individu secara real time. Keputusan yang dahulu dibuat manajer kini semakin banyak dibuat sistem otomatis.
Kekuasaan ekonomi perlahan bergeser dari pemilik pabrik menuju pemilik data dan pengendali algoritma.
Perbedaan kedua adalah hubungan kerja menjadi semakin tidak terlihat.
Pada masa kapitalisme industri, pekerja mengetahui siapa majikannya dan di mana pabriknya berada.
Kini jutaan pengemudi, kurir, pekerja lepas digital, kreator konten, dan penjual daring bekerja melalui platform yang bahkan tidak pernah mereka datangi secara fisik.
Mereka bekerja berdasarkan aturan yang dapat berubah sewaktu-waktu melalui pembaruan aplikasi.
Pengawasan tidak lagi dilakukan mandor. Pengawasan dilakukan algoritma yang mengukur rating, produktivitas, respons, dan kepatuhan secara otomatis.
Perbedaan ketiga adalah sumber eksploitasi.
Kapitalisme industri memperoleh keuntungan dari jam kerja manusia. Kapitalisme algoritma memperoleh keuntungan dari data, perhatian, emosi, dan perilaku manusia.
Setiap klik, pencarian, unggahan, perjalanan, percakapan, dan transaksi menjadi sumber nilai ekonomi. Konsumen sekaligus pekerja berubah menjadi produsen data.
Di sinilah muncul bentuk baru akumulasi kapital yang belum pernah dikenal dalam sejarah sebelumnya.
Untuk memahami perubahan ini, kita perlu kembali kepada akar konsep kapitalisme.
Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang bertumpu pada kepemilikan pribadi atas alat produksi, mekanisme pasar, dan pencarian keuntungan.
Sejarahnya bergerak melalui beberapa tahap. Kapitalisme dagang berkembang sejak abad ke-16 melalui perdagangan global. Kapitalisme industri lahir bersama Revolusi Industri.
Artikel Terkait
Gerakan Mahasiswa Hidayatullah Menggelar NGL Batch III, Siapkan Mahasiswa Untuk Indonesia Emas 2045
Andri Mulyono, Bos Perusahaan Penyedia Sepeda Motor Listrik Untuk Program MBG Dijebloskan ke Tahanan
Iran Sepakat Damai dengan Amerika Serikat
Andri Mulyono Tersangka Kelima Skandal Megakorupsi di Badan Gizi Nasional
Swiss Memuji Pakistan Sambil Menawarkan Diri Menjadi Tuan Rumah Penandatangan Perjanjian Damai Iran-Amerika