Datangnya Kapitalisme Algoritma dan Cikal Bakal Lahirnya Kelas Baru

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Minggu, 14 Juni 2026 | 11:08 WIB

Bila pasar menentukan nasib precariat, algoritma menentukan nasib DVC.

Pendapatan, peluang kerja, visibilitas, reputasi, bahkan keberlangsungan pekerjaan dapat berubah karena keputusan sistem digital yang tidak transparan.

Mereka sering tidak mengetahui mengapa pendapatan turun, mengapa akun dibatasi, atau mengapa peluang kerja menghilang.

Alasan kedua adalah identitas kolektif digital.

DVC tidak bekerja di ruang fisik yang sama. Mereka tersebar di ribuan lokasi berbeda. Namun mereka membentuk solidaritas melalui grup aplikasi, media sosial, dan komunitas daring.

Mereka mungkin tidak pernah bertemu, tetapi menghadapi persoalan yang sama: perubahan algoritma, ketidakpastian pendapatan, dan ketergantungan pada platform.

Kesamaan pengalaman itu berpotensi melahirkan identitas kelas baru.

Alasan ketiga adalah kerawanan harapan. Inilah aspek yang paling khas.

Banyak anggota DVC tidak merasa miskin secara permanen. Mereka hidup dengan harapan bahwa satu unggahan akan viral, satu rating akan meningkat, satu promosi platform akan datang, atau satu perubahan algoritma akan mengubah hidup mereka.

Harapan menjadi sumber energi sekaligus sumber kerentanan.

Ketika harapan terus diproduksi tetapi peluang nyata tetap terbatas, lahirlah ketegangan sosial yang berbeda dari proletariat maupun precariat.

Mereka bukan hanya rentan secara ekonomi. Mereka rentan secara psikologis.

Saya menulis gagasan ini bukan hanya sebagai pengamat sosial.

Selama lebih dari tiga dekade meneliti opini publik Indonesia, saya menyaksikan berbagai perubahan pusat kekuasaan.

Ketika saya masih mahasiswa, pusat kekuasaan relatif mudah dikenali. Kita tahu siapa pemilik perusahaan. Kita tahu siapa pemimpin organisasi. Kita tahu di mana keputusan dibuat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Amar Brkic, Garuda Muda dari Frankfurt

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:57 WIB

Membaca Sumpah "Demi Allah" Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 15:41 WIB

Kisah 108 Solusi Presiden Prabowo Subianto

Senin, 8 Juni 2026 | 10:02 WIB

Mengapa Dolar AS Menembus Rp18.000?

Sabtu, 6 Juni 2026 | 11:07 WIB

Memelihara Harapan di Tengah Kesulitan

Sabtu, 6 Juni 2026 | 09:54 WIB

Belajar Merawat Alam dari Leluhur Nusantara

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:12 WIB

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 5 Juni 2026 | 06:39 WIB

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau

Selasa, 2 Juni 2026 | 10:47 WIB
X