Kerusuhan Agustus 2025 dan Terori Sosial Baru yang Menjelaskannya

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 16 Juni 2026 | 08:08 WIB

Oleh Denny JA

WartaPesona.com - Agustus 2025 akan lama tinggal dalam ingatan bangsa ini.

Sore itu Jakarta dipenuhi asap, teriakan, dan suara sirene. Di tengah kekacauan yang membelah jalan raya, seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan terjatuh dan tak pernah bangkit kembali.

Ia bukan pemimpin demonstrasi. Ia bukan tokoh politik. Ia bukan aktivis yang berpidato di atas mobil komando.

Baca Juga: Ingat, 20 Juni Akan Ada Festival Wisata Kuliner Malam di Pecinan Glodok Jakarta Barat

Ia hanya rakyat biasa yang sedang mencari nafkah. Namun kematiannya mengubah arah sejarah.

Video tubuh Affan yang tergeletak di jalan menyebar ke jutaan telepon genggam hanya dalam hitungan jam. Wajahnya muncul di grup WhatsApp keluarga, di TikTok anak sekolah, di Instagram para pekerja muda, dan di linimasa para aktivis.

Dalam waktu yang sangat singkat, seorang anak muda yang sebelumnya tak dikenal berubah menjadi simbol nasional.

Dari Aceh sampai Papua, kemarahan bergerak lebih cepat daripada berita televisi.

Baca Juga: Diskusi Yang Menghadirkan Budiman Sudjatmiko di UGM Terhenti Setelah Digeruduk Mahasiswa

Demonstrasi meledak di berbagai kota. Sebagian berlangsung damai. Sebagian berubah menjadi bentrokan.

Beberapa kantor pemerintah dibakar. Gedung DPRD di Makassar menjadi puing. Korban jiwa berjatuhan.

Banyak orang bertanya: mengapa kematian satu orang bisa mengguncang sebuah negara?
Pertanyaan itu membawa saya pada kebutuhan yang lebih besar.

Peristiwa Agustus 2025 bukan sekadar kerusuhan. Ia adalah gejala sosial yang membutuhkan teori sosial baru untuk menjelaskannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Tak Cukup Ashabiyah Hambalang

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB
X