Riset Dunia: Beragama, Tetapi Belum Bahagia

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 22 Mei 2026 | 09:33 WIB
Toto Izul Fatah
Toto Izul Fatah

Oleh karena itu, yang perlu dibenahi bukan agamanya, tetapi kualitas keberagamaan dan kualitas negara.

Agama harus turun dari mimbar ke pelayanan publik. Dari ceramah ke perilaku. Dari simbol ke sistem. Dari kesalehan individual ke kesalehan sosial.

Oleh karena itu, buat Indonesia, jika ingin menjadi negara yang bahagia, kuncinya bukan harus menjadi Nordik, bukan pula meninggalkan agama. Kuncinya adalah membuat agama lebih membumi.

Agama yang mampu menjadi etika birokrasi, etika bisnis, etika politik, etika pendidikan, etika lingkungan, dan etika hidup sehari-hari.

Agama tidak boleh berhenti sebagai pakaian identitas. Ia harus menjadi energi sosial yang memberi efek rahmatan lil alamin. Khoirunnas anfa uhum Linnas. Manusia yang memberi manfaat buat sebanyak-banyak orang.***

*Toto Izul Fatah ialah Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA dan Ketua Umum IKA PP Ibadurrahman YLPI Tegalega Sukabumi, Jawa Barat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB

Negara Bukan Pemilik Tanah Adat

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:05 WIB
X