Di situlah saya memahami kalimat sahabat saya. Mungkin ia benar. Yang sedang kita hadapi hari ini bukan sekadar masalah penegakan hukum, melainkan keadaan ketika hukum telah melampaui dirinya sendiri.
Barangkali, yang sedang kita hadapi hari ini bukan lagi perkara sangkar yang rusak. Sangkarnya masih berdiri. Catnya masih mengilap. Jerujinya masih kukuh. Tetapi langit yang seharusnya memberi ruang bagi burung bernama keadilan itu perlahan menyempit.
Dan ketika langit itu hilang, orang tak lagi memperdebatkan bentuk sangkar. Mereka hanya tahu, burung itu tak bisa lagi terbang.
Yang sedang kita hadapi hari ini mungkin bukan sekadar krisis penegakan hukum. Ini adalah krisis kepercayaan terhadap cara hukum bekerja.
Selama masyarakat masih percaya bahwa hakim memutus berdasarkan argumentasi yang dapat diuji, negara hukum akan tetap hidup, meski sesekali keliru.
Tetapi ketika yang dipercaya bukan lagi kekuatan argumentasi, melainkan besarnya tekanan publik yang akhirnya menggerakkan politik, saat itulah hukum mulai kehilangan rumahnya sendiri.
Barangkali, itulah yang dimaksud sahabat saya. Hukum telah melampaui hukum. Beyond hukum.***
*Ahmadie Thaha ialah penulis dan kolumnis
Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi