Mengubah Makan Bergizi Gratis Sebagai Mesin Ekonomi Rakyat

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 5 Juni 2026 | 07:48 WIB

Akibatnya, jutaan anak memperoleh makanan bergizi, sementara ribuan keluarga petani mendapatkan pasar yang pasti. Program gizi berubah menjadi mesin pembangunan desa dan pengurangan kemiskinan sekaligus.

Saat itulah setiap piring makan bukan lagi sekadar makanan.

Ia menjadi jembatan antara gizi dan produktivitas, antara sekolah dan sawah, antara masa kini dan masa depan Indonesia.

Bangsa tidak dibangun hanya oleh bantuan yang habis dimakan hari ini, melainkan juga oleh pasar yang membuat rakyat mampu berdiri esok hari.

Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang sekadar memberi makan anak-anaknya, melainkan bangsa yang membuat setiap piring makanan menjadi jalan naiknya martabat dan kapasitas rakyatnya.

Saya membayangkan seorang petani telur di Blitar. Setiap pagi ia tidak lagi bertanya apakah dagangannya laku. Ia tahu ribuan anak sekolah sedang menunggunya.***

Referensi

Poor Economics: A Radical Rethinking of the Way to Fight Global Poverty, Abhijit V. Banerjee & Esther Duflo, PublicAffairs, 2011.

The End of Poverty: Economic Possibilities for Our Time, Jeffrey D. Sachs, Penguin Press, 2005.

Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB
X