Menyambut 9 Tahun Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA
Oleh Denny JA*
WartaPesona.com - Ada sebuah buku yang diam-diam mengguncang dunia.
Bukan dengan pedang.
Bukan dengan revolusi berdarah.
Tapi dengan kata-kata yang tak bisa lagi diabaikan.
Baca Juga: Wakil Gubrnur Rano Karno: Jakarta Gandeng Kementerian PU Bangun Instalasi Pengolahan Air
Uncle Tom’s Cabin, 1852, karya Harriet Beecher Stowe, lahir di tengah Amerika yang masih membenarkan perbudakan. Ia tidak datang sebagai teori.
Ia datang sebagai kisah. Tentang manusia yang dijadikan barang. Tentang ibu yang kehilangan anaknya karena dijual. Tentang seorang budak bernama Tom yang memilih mempertahankan iman daripada tunduk pada kekejaman.
Buku itu membuat orang-orang yang sebelumnya diam, mulai merasa bersalah.
Baca Juga: Ayatollah Mojtaba Khamenei: Masa depan Teluk Persia akan Cerah Tanpa Amerika yang Kalah
Ia mengubah angka menjadi wajah.
Mengubah statistik menjadi air mata.
Artikel Terkait
Bagaimana Teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) Mengubah Dunia Bisnis?
Memperkenalkan Peluang Pekerjaan Terbaru di Bidang Data Science dan Artificial Intelligence bagi Lulusan FMIPA
Pengenalan Artificial Intelligence dan 6 Manfaatnya dalam Kehidupan
Manfaat Artificial Intelligence di Era Teknologi Saat Ini: Merintis Masa Depan Cerdas