WartaPesona.com - Pemimpin tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa negara-negara di Teluk akan memiliki masa depan cerah tanpa kehadiran Amerika Serikat (AS) yang kalah perang melawan Iran.
Dalam pesan tertulisnya yang dibacakan di televisi pemerintah kemudian dikutip oleh kantor berita AFP, Kamis 30 April 2026, Mojtaba Khamenei meyebut bahwa pengganggu dunia Amerika Serikat telah kalah perang secara memalukan.
Khamenei belum muncul di depan umum sejak ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi Iran 9 Maret sepeninggal pemimpin tertinggi sebelumnya yang juga ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang gugur syahid.
Baca Juga: Konflik Memanas di Iran, KBRI Teheran Fokus Jaga Keselamatan WNI
Media Amerika, New York Times mengutip beberapa pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya menuding Mojtaba Khamenei "terluka parah" dalam serangan tersebut tetapi tetap "berpikiran tajam".
Iran dan Amerika sekarang dalam suasana tegang meski brlagsung gencatan senjata. Mereka “menyandera” Selat Hormuz” yang strategis untuk memberi tekanan satu sama lainnya.
Iran hanya mengizinkan sedikit kapal untuk melewati jalur air di Selat Hormuz tersebut.
Sedangkan Amerika memblokade kapal-kapal yang akan berdagang dengan Iran di lewat selat itu.***
Artikel Terkait
Jejak Ceramah Cak Nun soal Ketegangan Israel–Iran, Dulu Prediksi Kini Jadi Perbincangan Publik
Kedubes Iran Sambut Positif Tawaran Mediasi Prabowo Subianto antara AS dan Iran
Evan Haydar, WNI di Jerman, Ungkap Kecemasan Imbas Perang Israel–Iran yang Kian Meluas
Pidato Terakhir Khamenei Kembali Disorot, Sindir Kegagalan AS Menundukkan Iran Selama Puluhan Tahun
Konflik Memanas di Iran, KBRI Teheran Fokus Jaga Keselamatan WNI